Safari Dakwah Jadi Perekat Umat, Peringatan Isra Mikraj Di Parepare Berlangsung Khidmat
Kontributor
Parepare, (Kemenag Parepare) - Pemerintah Kota Parepare menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw di Masjid Agung A.G. KH. Abdul Rahman Ambo Dalle, Sabtu malam (18/1/2026), ba’da salat Isya.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid;
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Parepare, H. Irfan Daming;
Kasubag Tata Usaha Kemenag Parepare, H. Syaiful Mahsan; unsur Forkopimda, serta
masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid
menyampaikan bahwa salah satu program keagamaan yang tengah dijalankan
pemerintah daerah adalah Safari Dakwah, yang mewajibkan keterlibatan seluruh
Aparatur Sipil Negara (ASN). Program ini bersifat inklusif dan melibatkan
berbagai elemen ormas Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Wahdah
Islamiyah, dan lainnya.
“Safari Dakwah ini bersifat universal, tidak membeda-bedakan
golongan. Semua pihak dapat terlibat dan berkontribusi dalam dakwah,” ujar Wali
Kota.
Ia menambahkan, para penceramah yang mengisi kegiatan
tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pimpinan ormas Islam
dan unsur TNI.
Peringatan Isra Mikraj kali ini menghadirkan penceramah
nasional dari Nusa Tenggara Barat, Pimpinan Pondok Pesantren Abu Bakar
As-Shiddiq, TGH. Musaddad Muhass Al-Hafidz.
Dalam ceramahnya, ia mengisahkan peristiwa Isra dan Mikraj
Nabi Muhammad saw, khususnya perintah salat lima waktu yang diterima langsung
oleh Rasulullah saw di Sidratul Muntaha.
TGH. Musaddad menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu
dalam kondisi apa pun. Menurutnya, salat tidak boleh ditinggalkan meskipun dalam
keadaan sakit, dengan menyesuaikan kemampuan, serta dapat dijamak atau diqasar
saat dalam perjalanan.
“Salat adalah bentuk kasih sayang Allah swt kepada umat
Islam, karena Allah memanggil hamba-Nya untuk berjumpa lima kali setiap hari,”ungkapnya.
Sementara itu, Kakan Kemenag Kota Parepare dalam pesannya
mengajak seluruh umat untuk mengamalkan hikmah Isra Mikraj dengan penuh
keikhlasan.
Ia menekankan pentingnya membiasakan kegiatan keagamaan
dalam kehidupan sehari-hari agar pekerjaan dan tanggung jawab dapat dijalankan
dengan baik, dilandasi iman dan keikhlasan kepada Allah saw.
Ia juga mengajak masyarakat untuk membangun kebersamaan, saling menghargai perbedaan, serta membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan egoisme, demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian.(Ikhsan/Wn)