Daerah

Kepala KUA Dua Boccoe Motivasi Santri Penghafal 30 Juz, Ananda Nawfal Dude Ghusyarib

Foto Kontributor
Humas Bone

Kontributor

Selasa, 21 Oktober 2025
...

Tocina, (Kemenag Bone) — Keluarga besar Ananda Nawfal Dude Ghusyarib menggelar acara Khotmil Qur’an 30 Juz yang berlangsung penuh haru dan khidmat di rumah kediaman keluarga, Dusun Wide, Desa Tocina, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, pada Senin (20/10/2025). Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi Ananda Nawfal, putra dari pasangan Bapak Muh. Yusri dan Ibunda Hj. Yustina, yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz di Lembaga Tahfidz Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone.

Acara dihadiri oleh berbagai kalangan, di antaranya Kepala KUA Dua Boccoe H. Herwin, Pimpinan Pondok pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, Para Masyayikh Pondok pesantren Al-Ikhlas ujung Bone, Pembina Tahfidz Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, tamu undangan, serta para santri putra lembaga tahfidz. Dalam sambutannya, Ustadz Ahmad Kamal mewakili keluarga menyampaikan rasa syukur dan haru atas keberhasilan putra atau cucu mereka menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. “Ini merupakan karunia besar dari Allah SWT. Semoga ananda Nawfal terus menjaga hafalannya dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Sementara itu, Kepala KUA Dua Boccoe H. Herwin dalam sambutannya memberikan motivasi agar capaian tersebut tidak berhenti pada tataran hafalan semata, tetapi menjadi bekal dalam menuntun akhlak dan amal. “Menghafal Al-Qur’an adalah rahmat yang besar dari Allah. Tidak semua orang diberikan kemampuan ini. Bersyukurlah, wahai ananda Nawfal, jadikan hafalan ini bukan untuk disombongkan, tetapi sebagai panduan hidup yang membumi dalam keseharian,” pesan beliau yang disambut hangat oleh para hadirin.

Kepala Lembaga Tahfidz Al-Ikhlas Ujung Bone, Ustadz Murdani, S.Th.I., Gr., turut memberikan sambutan dengan menuturkan perjalanan hafalan sang santri. “Ananda Nawfal lahir di Bone pada 2 Desember 2007 dan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an selama 2 tahun 8 bulan 9 hari. Di usia yang baru menginjak 17 tahun, ia telah menamatkan 30 juz Al-Qur’an,” ungkapnya. Ustadz Murdani menambahkan, “Menghafal Al-Qur’an adalah amalan yang tinggi nilainya. Di hari kemudian, Allah akan memakaikan mahkota bagi kedua orang tua penghafal Al-Qur’an sebagai balasan atas jerih payah dan dukungan mereka.”

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi khotaman yang diawali dengan tes hafalan oleh tim musyrif Lembaga Tahfidz Al-Ikhlas Ujung Bone, yakni Ustadz Muh. Ashar, S.Sy, Ustadz Murdani, dan Syekh El Rubi, dipandu oleh Ustadz Irfan. Dalam sesi tersebut, Ananda Nawfal Dude membacakan hafalannya mulai dari Surah Ad-Dhuha hingga Surah An-Nas dengan lancar dan penuh penghayatan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan selempang kehormatan oleh Dewan Masyayekh, KM. H. Idris Rasyid, sebagai tanda penghargaan atas ketuntasan hafalannya.

Puncak acara diisi dengan nasehat khatmil Qur’an oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, Prof. Dr. KH. Lukman Arake, yang menekankan keutamaan dan kemuliaan para penghafal Al-Qur’an. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan, “Menghafal Al-Qur’an adalah kemuliaan yang akan memberi syafaat kepada penghafalnya. Di hari akhir kelak, Allah akan memakaikan mahkota kehormatan kepada kedua orang tuanya. Maka jagalah hafalan ini dengan amal dan akhlak.” Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Syekh Dr. El Rubi, yang memohon agar Allah senantiasa menjaga hafalan, keberkahan, dan keistiqamahan bagi Ananda Nawfal serta seluruh keluarga.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata apresiasi atas perjuangan seorang santri muda dalam menjaga Kalamullah serta bukti nyata bahwa semangat menghafal Al-Qur’an terus tumbuh subur di tengah masyarakat Dua Boccoe. Semoga Ananda Nawfal Dude Ghusyarib menjadi generasi Qur’ani yang mampu membawa cahaya Al-Qur’an di keluarga, masyarakat, dan bangsa. (ashar/ahdi)

Editor: Andi Baly
Tag: #KUA

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default