KKG PAI Tamalanrea 2025–2029 Resmi Terbentuk, Kakankemenag: “Guru PAI Adalah Penanam Nilai Peradaban”
Kontributor
Makassar— (Kemenag Makassar) Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam Kecamatan Tamalanrea periode 2025–2029 resmi terbentuk melalui kegiatan pelantikan dan pengukuhan internal yang berlangsung di Hotel Promer, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sabtu, 22 November 2025.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad, Ketua Pokjawas PAIS Kota Makassar Sahid, Ketua KKG PAI Kota Makassar, serta seluruh pengurus KKG PAI Tamalanrea.
Pembentukan pengurus baru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan mutu pembelajaran PAI, dan memperkokoh kompetensi profesional guru di tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Ketua KKG PAI Kota Makassar menekankan pentingnya inovasi dan integrasi pembelajaran agama di era digital.
“KKG harus mampu mengintegrasikan pembelajaran mendalam dan memaksimalkan e-learning. Kami akan bersinergi dengan seluruh kecamatan agar program ini berjalan baik. Guru PAI adalah patron keteladanan, dan ini harus tercermin dalam praktik mengajar,” ujarnya.
Ketua Pokjawas PAIS Kota Makassar, Sahid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan penting sekaligus momen pertama bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar.
“Ini pertemuan pertama kami bersama Kakankemenag. Kami berterima kasih atas kehadiran beliau. Semoga membawa pencerahan dan semangat baru bagi guru-guru PAI dan pengurus KKG Tamalanrea,” ucapnya.
Dalam arahannya, H. Muhammad menegaskan bahwa peran guru PAI sangat strategis karena menyentuh aspek paling fundamental dalam pendidikan: penanaman nilai keagamaan dan karakter.
“Tugas guru PAI adalah menanamkan nilai tauhid, syariah, dan muamalah. Ini sejatinya merupakan tugas yang diwariskan para nabi. Karena itu, tugas ini harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter kemanusiaan dan keterbukaan terhadap keberagaman.
“Karakter tidak hanya dibentuk melalui ibadah, tetapi juga melalui interaksi sosial. Anak-anak harus dibiasakan memahami keberagaman agama agar tumbuh menjadi pribadi yang inklusif dan memiliki empati,”jelasnya.
Selain itu, Kakankemenag menekankan pentingnya demokrasi beragama dalam proses pendidikan.
“Nilai demokrasi beragama harus diajarkan sejak dini. Kita arahkan anak-anak agar mencintai bangsa ini dan tumbuh menjadi generasi yang siap memajukan keluarga, lembaga, dan negara,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, H. Muhammad menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas utama Kemenag.
“Kementerian Agama terus berikhtiar meningkatkan kualitas guru, termasuk penguatan kompetensi dan akses sertifikasi. Semua ini dilakukan agar mutu pendidikan agama semakin baik dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Pembentukan pengurus KKG PAI Tamalanrea periode 2025–2029 menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme guru PAI serta menciptakan ruang kolaborasi yang lebih efektif. Dengan pendampingan Kemenag Kota Makassar, KKG diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan agama Islam di Kota Makassar.