MTQ Kabupaten Tana Toraja, Bukti Konsistensi Dan Pesan Moral Bagi Daerah Yang Absen Menyelenggarakan MTQ
Kontributor
MAKALE. KEMENAG SULSEL – Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kembali melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten sebagai agenda tahunan yang secara konsisten diselenggarakan hingga kini.
Pelaksanaan MTQ ini menjadi bukti nyata komitmen umat Muslim di Kabupaten Tana Toraja dalam menjaga syiar Islam, meskipun berada dalam kondisi sebagai umat minoritas serta di tengah berbagai keterbatasan.
MTQ Kabupaten Tana Toraja tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta perekat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Tana Toraja.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, H. Usman Senong menegaskan bahwa keberlangsungan MTQ setiap tahun merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam pembinaan umat.
“MTQ di Tana Toraja adalah bukti bahwa semangat beragama tidak ditentukan oleh jumlah umat maupun besar anggaran. Walaupun umat Islam di Tana Toraja minoritas dan tidak ada anggaran khusus, MTQ tetap kami laksanakan setiap tahun berkat dukungan umat dan masyarakat,” ujarnya dalam acara pembukaan di Aula Masjid Raya Makale, Sabtu (7/2/2026)
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan MTQ ini sekaligus menyampaikan pesan penting bagi daerah lain.
“Kami berharap kabupaten dan kota yang memiliki kondisi lebih baik, baik dari segi anggaran maupun jumlah umat, tetap memprioritaskan MTQ. Jika Tana Toraja dengan segala keterbatasan bisa melaksanakannya, maka seharusnya daerah lain juga mampu,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu Dewan Hakim MTQ Kabupaten Tana Toraja, yang menilai MTQ memiliki peran strategis dalam pembinaan keagamaan jangka panjang.
“MTQ bukan sekadar lomba, tetapi sarana pembinaan berkelanjutan. Ketika MTQ tidak dilaksanakan, yang dirugikan adalah generasi Qur’ani. Di Tana Toraja, keterbatasan justru tidak menghalangi komitmen pembinaan tersebut,” ungkapnya.
Dari sisi peserta, MTQ menjadi ruang aktualisasi dan motivasi untuk terus mendalami Al-Qur’an.
“Kami merasa bangga dan dihargai bisa mengikuti MTQ ini. Walaupun sederhana, semangatnya sangat besar. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an,” ujar salah satu peserta.
Dukungan kuat juga datang dari masyarakat Tana Toraja. Seorang tokoh masyarakat menyampaikan bahwa MTQ telah menjadi bagian dari semangat kebersamaan yang harus terus dijaga.
“MTQ ini bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah. Walaupun tanpa anggaran khusus, masyarakat tetap bergotong royong karena ini bagian dari nilai toleransi dan kebersamaan yang sudah lama hidup di Tana Toraja,” katanya.
Pelaksanaan MTQ Kabupaten Tana Toraja tahun ini sekaligus menjadi pesan moral bagi kabupaten dan kota yang pada tahun ini tidak melaksanakan MTQ, agar kembali menjadikan MTQ sebagai prioritas pembinaan umat dan bukan sebagai kegiatan yang mudah ditinggalkan.
Sebagai daerah dengan umat Muslim minoritas, Kabupaten Tana Toraja telah membuktikan bahwa komitmen terhadap syiar Al-Qur’an tidak ditentukan oleh besarnya anggaran atau jumlah umat, melainkan oleh kesungguhan dan kepedulian bersama. Oleh karena itu,
MTQ Kabupaten Tana Toraja diharapkan menjadi cermin sekaligus pengingat bagi daerah lain agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk meniadakan MTQ. Sebab, jika daerah dengan segala keterbatasan mampu menjaga keberlanjutan MTQ, maka daerah dengan kondisi yang lebih baik sejatinya memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar untuk tetap memprioritaskan penyelenggaraan MTQ sebagai bagian dari pembinaan umat dan pembangunan karakter bangsa. (WYD)