Daerah

Melatih Kesadaran Dan Refleksi, Subair Wakamad Humas MAN Pinrang Ajak Guru Madrasah Hidupkan Moderasi Beragama

Foto Kontributor
WAHYUDDIN

Kontributor

Selasa, 21 Oktober 2025
...

Paleteang, (Kemenag Pinrang) – Wakil Kepala MAN Pinrang Bidang Humas, Subair, tampil sebagai narasumber pada kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah Kabupaten Pinrang. Sabtu, (18/10/2025) dengan membawakan materi bertema “Penguatan Moderasi Beragama.” Materi yang dibawakannya menghadirkan suasana berbeda karena disampaikan dengan cara interaktif dan inspiratif.

Mengawali pemaparannya, Subair mengajak para peserta workshop untuk membuka wawasan dan memperluas cara berpikir melalui sebuah permainan reflektif. Ia meminta peserta menggambar peta perjalanan menuju lokasi kegiatan, yang kemudian dijadikan bahan diskusi untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki asumsi dan persepsi yang berbeda-beda terhadap sesuatu.

“Ternyata setiap orang memiliki peta pikirannya sendiri. Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk melihat sesuatu persis seperti yang kita pikirkan,” ujar Subair sambil menegaskan pentingnya memahami perbedaan dalam kehidupan sosial dan beragama.

Dengan pendekatan ini, suasana pelatihan menjadi hidup, menyenangkan, sekaligus penuh makna. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan karena metode yang digunakan mampu memantik kesadaran dan empati.

Sebagai Fasilitator Moderasi Beragama, Subair kemudian menjelaskan secara mendalam tentang empat indikator utama moderasi beragama, yakni:

1.       Komitmen Kebangsaan, yang menegaskan kesetiaan pada nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

2.       Toleransi, yaitu kemampuan menerima perbedaan dan hidup berdampingan secara damai.

3.       Anti Kekerasan, yakni penolakan terhadap segala bentuk ekstremisme dan radikalisme.

4.       Penerimaan terhadap Budaya Lokal, sebagai wujud penghargaan atas kearifan dan tradisi masyarakat.

“Empat indikator ini bukan hanya konsep, tapi harus menjadi sikap hidup. Guru madrasah memiliki peran penting untuk menanamkan nilai-nilai ini kepada peserta didik,” tegasnya.

Dalam sesi lanjutan, Subair memperkenalkan “Teori U” yang diprakarsai oleh Otto Scharmer sebagai kerangka kerja dalam proses perubahan dan transformasi diri. Teori ini menekankan pentingnya refleksi mendalam, kesadaran diri, dan pembentukan solusi inovatif.

Ia menjelaskan bahwa Teori U memiliki lima fase utama:

1.       Co-Initiating (Menyusun) – membangun niat dan kesadaran bersama,

2.       Co-Sensing (Mengamati) – mendengarkan dan memahami realitas secara mendalam,

3.       Presencing (Mengalami dan Hadir) – melakukan refleksi dan menemukan makna,

4.       Co-Shaping (Membentuk) – merancang tindakan baru berdasarkan kesadaran baru,

5.       Co-Creating (Menciptakan) – mewujudkan inovasi yang berkelanjutan.

“Dalam konteks moderasi beragama, teori ini sangat relevan. Ketika kita mendapatkan informasi atau pandangan baru, kita tidak bisa langsung menolaknya atau menerimanya begitu saja. Kita harus melewati proses refleksi, pengamatan, dan pemahaman mendalam sebagaimana dalam model U,” jelasnya.

Subair menambahkan bahwa penguatan moderasi beragama tidak cukup hanya dengan pengetahuan konseptual, tetapi juga memerlukan proses kesadaran, empati, dan keterlibatan hati. Dengan demikian, nilai-nilai moderasi dapat tumbuh dari dalam diri, bukan sekadar formalitas wacana.

Kegiatan MGMP MA Kabupaten Pinrang ini berlangsung penuh semangat dan diikuti dengan antusias oleh para guru madrasah. Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas cara Subair mengemas materi yang tidak hanya informatif tetapi juga menyentuh dimensi personal dan spiritual mereka.

“Materi ini membuat kami berpikir ulang tentang cara memahami perbedaan. Ternyata moderasi beragama itu bukan hanya tentang sikap terhadap orang lain, tapi juga tentang mengelola diri sendiri,” ungkap salah seorang peserta usai kegiatan.

Dengan pendekatan reflektif dan humanis ini, Subair berhasil menghadirkan pemahaman baru bahwa moderasi beragama bukan sekadar wacana, melainkan proses perubahan kesadaran menuju kedewasaan berpikir dan bertindak dalam kehidupan beragama dan berbangsa. (MR/Lentera)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default