Daerah

Melihat Program JUMARA (Jumat Kreatif): Pembinaan Karakter Murid MAN 2 Kota Makassar

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Jumat, 06 Februari 2026
...

Inovasi Pembinaan Terpadu

Program JUMARA (Jumat Kreatif) di MAN 2 Kota Makassar merupakan sebuah inovasi non-akademik yang dirancang untuk menjawab tantangan degradasi moral. JUMARA hadir sebagai solusi integratif untuk membentuk profil lulusan yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga melahirkan generasi yang berpikir, merasa, dan bertindak dengan cinta.

Visi besar program ini selaras dengan arah kebijakan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, sebagaimana ditegaskan oleh Kepala Madrasah, Darmawati, bahwa kegiatan JUMARA ini adalah salah satu program strategis madrasah dalam rangka mengimplementasikan Asta Protas Kementerian Agama RI dan Asta Aksi Kanwil Kemenag Sulsel, guna mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan berintegritas.

Melalui koordinasi yang baik, visi ini diturunkan ke dalam empat aktivitas utama yang menyeimbangkan kebutuhan spiritual, ekologis, sosial, dan fisik murid.

Spiritual dan Akhlak (Pengajian)

Landasan utama karakter bermula dari kemantapan spiritual. Setiap Jumat pukul 06.30 WITA, sebelum proses pembelajaran dimulai seluruh murid madrasah berkumpul di Hall Indoor untuk melaksanakan zikir dan literasi Al-Qur'an melalui pembacaan Surah Al-Kahf dan Surah yang lain secara berjamaah sebagai sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), memberikan ketenangan batin sekaligus memperkuat religiositas murid.

Demikian pula kehadiran tokoh agama seperti Dr. H. Saifullah Rusmin, Lc., M.A. (Kasi PAIS Kemenag Kota Makassar) memberikan pencerahan melalui tausiyah yang kontekstual mengenai motivasi menuntut ilmu. Penekanan materi pada syarat-syarat menuntut ilmu membantu murid memahami bahwa keberhasilan akademik harus berbanding lurus dengan adab dan kesiapan mental yang tulus.

Nilai spiritual yang terbangun di dalam madrasah ini tidak berhenti pada kesalehan individu, melainkan diwujudkan dalam tanggung jawab menjaga lingkungan sebagai amanah Allah Swt.

Ekoteologi dan Kelestarian Lingkungan (Kerja Bakti)

MAN 2 Kota Makassar mengadopsi konsep Ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian integral dari iman. Kerja bakti dipandang sebagai aksi nyata manusia dalam menjalankan fungsi sebagai khalifah fil ardh (wakil Allah di bumi) untuk menjaga harmoni alam.

Lokasi Kerja Bakt

1. Halaman & Taman

Tujuan Menumbuhkan rasa cinta terhadap estetika dan kelestarian ekosistem lokal.

2. Ruang Kelas

Tujuam Mendidik tanggung jawab atas kenyamanan dan kebersihan ruang belajar.

3. Area Masjid

Menanamkan adab dalam menjaga kesucian dan kebersihan tempat ibadah. 

4.Pekarangan Madrasah

Memperkuat semangat gotong royong dan sinergi kolektif antarwarga madrasah.

Kepedulian Sosial dan Empati (Bakti Sosial)

Pendidikan karakter mencapai puncaknya pada kecerdasan sosial. Melalui Bakti Sosial, murid diajarkan untuk peka terhadap realitas di luar tembok madrasah, mengubah empati menjadi aksi nyata bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan. Melatih kerelaan murid untuk berinfak dan menyisihkan sebagian harta kepada orang yang berhak. Membentuk karakter kedermawanan yang diharapkan menjadi gaya hidup permanen saat mereka lulus nantinya.

Kesehatan Jasmani dan Vitalitas (Senam)

Kesehatan fisik adalah pilar penunjang seluruh aktivitas ibadah dan belajar. Melalui Senam Anak Indonesia Sehat yang dipandu oleh guru-guru olahraga, madrasah mendorong budaya hidup sehat. Gerakan fisik yang terukur meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh. Kegiatan ini juga merupakan bentuk habituasi (pembiasaan) positif untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai karakter yang melekat pada diri setiap murid.

Dampak Jangka Panjang

Program JUMARA (Jumat Kreatif) telah terbukti bahwa integrasi nilai-nilai keagamaan dengan aksi lingkungan dan sosial mampu menciptakan perubahan budaya di MAN 2 Kota Makassar. Keberlangsungan program ini berakar pada dukungan kuat pimpinan madrasah dan partisipasi aktif seluruh warga madrasah.

Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan sarana, hal tersebut dapat diatasi melalui koordinasi yang baik dan pembagian tugas yang jelas. Secara jangka panjang, JUMARA adalah inovasi berkelanjutan untuk melahirkan generasi yang religius, memiliki tanggung jawab ekoteologi, peka secara sosial, dan sehat secara jasmani. Inilah model pembinaan karakter masa depan yang mempersiapkan murid menjadi warga negara yang berkontribusi bagi kemaslahatan umat. (Mutaillah, Guru MAN 2 Kota Makassar)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default