Menag Resmikan Tiga Gedung Baru STABN Raden Wijaya Wonogiri, Bimas Buddha Sulsel Apresiasi Penguatan Pendidikan Buddhis
Kontributor
Wonogiri, Kemenag Sulsel - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, meresmikan tiga gedung baru Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri, Sabtu (10/1/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sarana pendidikan tinggi Buddhis sekaligus langkah strategis menuju transformasi kelembagaan STABN Raden Wijaya menjadi Institut Agama Buddha Negeri di masa depan.
Tiga gedung yang diresmikan memiliki fungsi saling terintegrasi dalam mendukung pengembangan akademik dan tata kelola kampus. Gedung Adinata difungsikan sebagai pusat layanan akademik dan administrasi pendidikan, Gedung Hayam Wuruk menjadi pusat kegiatan Fakultas Dharmaduta, sementara Gedung Manjushri dirancang sebagai laboratorium keagamaan sekaligus sentra ekoteologi dan inovasi lingkungan.
Ketua STABN Raden Wijaya, Dr. Sulaiman, Ph.D., menjelaskan bahwa pembangunan tersebut berlandaskan ajaran Buddha tentang Idappaccayatā Paṭicca Samuppāda, hukum sebab-akibat yang saling bergantungan. Menurutnya, pembangunan fisik kampus tidak terlepas dari niat baik, dukungan berbagai pihak, serta visi jangka panjang dalam memajukan pendidikan Buddhis yang relevan dengan tantangan zaman.
Peran Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga menjadi bagian penting dalam pengembangan STABN Raden Wijaya. Wakil Bupati Wonogiri Imron Riskyarno, mewakili Bupati Setyo Sukarno, menyampaikan bahwa Wonogiri merupakan miniatur Indonesia dengan keragaman budaya yang kuat, yang menumbuhkan nilai toleransi, saling menghormati, dan keterbukaan ruang kreativitas bagi seluruh elemen masyarakat.
Pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah menghibahkan lahan seluas sekitar 8,4 hektare untuk pengembangan kampus STABN Raden Wijaya. Lahan tersebut kini dimanfaatkan untuk pembangunan Gedung Adinata, Hayam Wuruk, dan Manjushri.
“Niat baik ini mendapat tanggapan terbaik dengan berdirinya berbagai gedung yang hari ini diresmikan,” tegasnya.
Memasuki usia ke-19 tahun, STABN Raden Wijaya dinilai berkembang pesat dan terus didorong agar memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Pemerintah daerah berharap STABN Raden Wijaya dapat bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut, bahkan universitas, seiring meningkatnya dukungan pemerintah pusat dan kesiapan kelembagaan.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perbedaan agama adalah “lukisan Tuhan” yang harus dijaga bersama. Ia juga menekankan pentingnya melahirkan insan cendekia melalui ajaran universal agama Buddha, seperti Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Mulia Berunsur Delapan, serta mendorong pendekatan ekoteologi dan green theology sebagai bentuk resakralisasi alam semesta. Dengan peresmian ini, STABN Raden Wijaya meneguhkan visinya mengusung nilai Wisdom and Compassion dalam membangun pendidikan Buddhis yang inklusif dan berkelanjutan.
Secara terpisah Pembimas Buddha Sulsel, Sumarjo, menyampaikan apresiasi atas peresmian tiga gedung baru STABN Raden Wijaya Wonogiri. Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana pendidikan tinggi Buddhis merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia Buddhis yang unggul, moderat, dan berwawasan kebangsaan. Pembimas Buddha Sulsel berharap transformasi STABN Raden Wijaya menuju institut dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan Buddha di berbagai daerah di Indonesia. (Marjo)