Menembus Medan Terjal Demi Asa: Jejak Juang Siswa Madrasah Aliyah Al-Khaerat Barambang Sinjai
Kontributor
Sinjai, (Kemenag Sinjai) — Fajar belum sepenuhnya merekah ketika langkah-langkah kecil itu mulai menapaki jalanan berbatu dan menanjak di pelosok Barambang, Kabupaten Sinjai. Dengan seragam rapi yang dibalut udara pagi dan tas di punggung, para peserta didik Madrasah Aliyah Al-Khaerat Barambang menembus medan terjal demi satu tujuan mulia: menuntut ilmu.
Setiap hari, perjalanan menuju sekolah bukanlah kisah yang sederhana. Mereka harus berjalan kaki selama satu hingga dua jam, menyusuri jalan setapak yang menanjak, berbatu, bahkan berlumpur ketika musim hujan tiba. Selasa (10/2/2026) menjadi saksi bagaimana semangat itu tetap menyala, meski alam kerap menguji keteguhan hati.
Saat hujan turun, jalan berubah licin dan penuh risiko. Beberapa siswa harus melintasi jembatan sederhana dan menyeberangi aliran sungai kecil. Sepatu dan kaki yang basah tak pernah menjadi alasan untuk berbalik arah. Di setiap langkah, tersimpan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan nasib.
“Kami sudah terbiasa dengan perjalanan seperti ini. Yang penting bisa sekolah dan belajar bersama teman-teman,” ujar Nurmi, salah seorang siswi yang setiap hari berangkat sebelum matahari terbit. Ucapannya sederhana, namun memancarkan keteguhan yang luar biasa.
Wajah-wajah muda itu datang ke sekolah dengan senyum optimistis. Tidak ada keluh kesah yang tergambar, hanya tekad untuk meraih cita-cita. Di ruang kelas, mereka duduk dengan penuh perhatian, menyimak pelajaran seakan perjalanan panjang tadi hanyalah bagian kecil dari perjuangan besar yang sedang mereka bangun.
Pihak sekolah pun tak mampu menyembunyikan rasa bangga. Semangat dan ketekunan para siswa menjadi energi tersendiri bagi para guru untuk terus memberikan yang terbaik.
“Perjuangan mereka setiap hari adalah bukti bahwa pendidikan sangat berarti. Kami bangga dengan semangat anak-anak,” tutur salah seorang guru dengan mata berbinar.
Kisah siswa-siswi MA Al-Khaerat Barambang adalah potret ketangguhan generasi muda di pelosok negeri. Mereka mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah tembok penghalang, melainkan tantangan yang harus ditaklukkan. Di tengah jalanan terjal dan sungai yang harus diseberangi, mereka menanam mimpi setinggi langit.
Langkah-langkah kecil itu mungkin terdengar sunyi di sudut desa. Namun sesungguhnya, itulah gema besar perjuangan—bahwa selama ada tekad dan harapan, pendidikan akan selalu menemukan jalannya. Dan dari pelosok Barambang, cahaya masa depan itu terus menyala. (N'i)