Provinsi

Menteri Agama Terima Gelar Adat Kedatuan Luwu "To Makkadangnge Ri Labutikka"

Foto Kontributor
Andi Baly

Kontributor

Sabtu, 04 Oktober 2025
...

PALOPO, KEMENAG SULSEL – Di balik megahnya dinding bersejarah Istana SalassaE, Istana Kedatuan Luwu yang berlokasi di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar menerima gelar prestisius dari Kedatuan Luwu, Jumat 3 Oktober 2025.

Dengan balutan pakaian adat berwarna hijau, Menag hadir bersama 17 rektor perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Prosesi penganugerahan turut disaksikan Wali Kota Palopo, Naili, dan Bupati Luwu, Patahudding.

Gelar adat yang disematkan kepada Menag adalah “To Makkadangnge ri Labutikka”, yang berarti “yang berpegang teguh pada kiblat.”

“Makna gelar ini adalah sosok yang teguh berpegang pada kiblat dalam kehidupan,” jelas Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja.

Kedatuan Luwu sendiri memiliki tradisi panjang dalam menganugerahkan gelar kehormatan kepada tokoh bangsa. Sebelumnya, gelar adat juga pernah diberikan kepada Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Selain gelar adat, Menag juga menerima keris dan pin Kedatuan sebagai simbol penghormatan sekaligus pengikat batin antara Kedatuan dan tokoh penerima.

Atas anugrah ini, Menag Nasaruddin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan Kedatuan Luwu.

“Izinkan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penganugerahan gelar ini,” ucapnya.

Ia mengibaratkan gelar adat itu sebagai penuntun dalam kehidupan. “Mudah-mudahan gelar ini bisa berfungsi seperti weser agar tidak menyalip kanan-kiri, dan menjadi lampu agar tidak jatuh ke jurang,” imbuhnya.

Menag juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan budaya dan sejarah Luwu yang masih terjaga. Menurutnya, tradisi pemberian gelar adat bukan hanya penghargaan bagi individu, tetapi juga bentuk pengakuan atas keterhubungan nilai keislaman dan kearifan lokal.

“Penganugerahan ini adalah cermin betapa tinggi penghargaan masyarakat Luwu terhadap budaya, agama, dan persatuan bangsa,” pungkas Menag.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyampaikan selamat atas penganugerahan Gelar Adat Kedatuan Luwu kepada Menteri Agama RI.

Menurutnya, gelar adat tersebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat adat Luwu atas kiprah dan kontribusi Menag dalam merawat kerukunan serta mengokohkan nilai-nilai kebangsaan yang berakar dari kearifan lokal.

“Anugerah ini adalah bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal di Tanah Luwu berpadu erat dengan semangat moderasi. Kami bersyukur dan bangga, sebab melalui gelar ini, masyarakat adat memberikan restu sekaligus doa agar beliau senantiasa diberi kekuatan dalam mengemban amanah bangsa dan umat,” tutur H. Ali Yafid. (AB)

 

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default