Meski Berpuasa, Penyuluh Agama Islam Kemenag Takalar Tetap Aktif Bimbing Warga Binaan Lapas
Kontributor
Takalar (Kemenag Takalar) -- Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Takalar tetap melaksanakan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Lapas Kelas II B Takalar selama bulan suci Ramadan.
Meski dalam suasana berpuasa dan terdapat penyesuaian jadwal, kegiatan pembinaan tetap berjalan secara rutin setiap pekan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan keagamaan kepada warga binaan.
Seperti terpantau pada Selasa 24 Februari 2026, sejumlah penyuluh agama Islam Kemenag Takalar terlihat hadir memberikan pembinaan bagi warga Lapas.
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Takalar, Halijah Musa, menyampaikan bahwa pembinaan mengaji, perbaikan bacaan Al-Qur’an, serta kultum tetap berlangsung setiap pekan selama Ramadan.
Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 84 orang Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Takalar secara bergantian masuk ke lapas untuk melaksanakan pembinaan.
Pola bergilir ini dilakukan agar layanan pembinaan tetap optimal dan menjangkau seluruh warga binaan yang membutuhkan bimbingan keagamaan.
“Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat pembinaan rohani. Para penyuluh hadir secara bergantian agar kegiatan tetap berjalan maksimal, mulai dari belajar membaca Al-Qur’an hingga penyampaian kultum,” ujarnya.
Khusus setiap hari Jumat digelar dzikir bersama warga binaan yang dipimpin oleh Ustaz Sahlan Hamsah, Penyuluh Agama Islam KUA Pattallassang.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi sarana muhasabah serta penguatan spiritual bagi para warga binaan.
Selain itu, pada bulan Maret mendatang direncanakan akan digelar wisuda bagi warga binaan yang dinilai telah mampu dan lancar membaca Al-Qur’an.
Wisuda ini menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan mereka dalam mengikuti pembinaan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, Solihin, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Takalar yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam membina warga binaan.
“Sebanyak 84 penyuluh yang terlibat secara bergantian ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kita dalam membangun mental dan spiritual warga binaan. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal jariyah dan membawa perubahan positif bagi mereka,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Agama dan pihak lapas terus terjalin dengan baik demi terwujudnya pembinaan keagamaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata. ( D, Tola ).