Pengajian MT. Nur Zahwa Angkat Tema Berbakti Kepada Orang Tua Di Desa Watang Padacenga
Kontributor
Watang Padacenga, (Kemenag Bone) - Kegiatan pengajian bertema Keutamaan Berbakti kepada Kedua Orang Tua diselenggarakan oleh Majelis Taklim Desa Watang Padacenga bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam KUA Dua Boccoe pada Kamis, 21/11/25, bertempat di Masjid Nur Zahwa Desa Watang Padacenga, Kecamatan Dua Boccoe. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Watang Padacenga, Sulhaji, anggota Majelis Taklim, mahasiswa KKN IAIN Bone, serta para penyuluh agama (Burhanuddin, Firdaus, Surianti, dan Andi Cung).
Pelaksanaan pengajian diawali dengan kegiatan yasinan yang dipimpin oleh mahasiswa KKN IAIN Bone, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Watang Padacenga. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai sumber keberkahan hidup, kelancaran rezeki, dan kunci terjaganya hubungan sosial yang harmonis. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk tetap kompak dalam menjaga ukhuwah serta memakmurkan majelis taklim sebagai ruang pembinaan keagamaan masyarakat.
Materi inti pengajian disampaikan oleh Muh Ashar selaku pemateri, yang menguraikan secara runtut 14 poin penting mengenai kewajiban birrul wâlidayn. Beberapa poin pokok yang disampaikan antara lain: berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban besar setelah mentauhidkan Allah; larangan berkata kasar meski hanya mengucap “ah”; kewajiban tetap berbuat baik meski orang tua berbeda agama atau bersifat keras; serta penjelasan bahwa durhaka adalah dosa besar yang dapat menghalangi keberkahan hidup. Pemateri juga menegaskan bahwa doa anak untuk orang tua tetap sampai meski sebelumnya pernah melakukan kesalahan, selama ia bertaubat.
Selain itu, materi juga menyoroti bentuk bakti yang mencakup perhatian, bantuan, ucapan lembut, menjaga nama baik keluarga, hingga meneruskan silaturahim dengan sahabat orang tua. Ditekankan pula bahwa sedekah kepada orang tua lebih utama dibanding sedekah kepada orang lain, serta bahwa kesabaran menghadapi kelemahan orang tua termasuk bagian dari kesempurnaan akhlak seorang Muslim. Pengajian ditutup dengan ajakan untuk terus menunaikan hak-hak orang tua bahkan setelah mereka wafat melalui doa, sedekah, dan amal kebaikan lainnya. (Ashar/Ahdi)