Perkuat Kompetensi Guru, Workshop Ekoteologi Digelar
Kontributor
Barru, (Kemenag Barru) - Arfah Patawari, S.Pd., M.Pd. Gr., mewakili MIN Barru mengikuti kegiatan Workshop Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh KKG MI Sulawesi Selatan yang didukung oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring pada tanggal 27–31 Desember 2025.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan secara daring pada 27 Desember 2025 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran guru madrasah dalam membangun pendidikan yang berkarakter, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh penguatan materi dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum., menyampaikan materi tentang Paradigma Ekoteologi dalam Pendidikan di Madrasah. Materi ini menekankan pentingnya integrasi nilai keimanan, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial dalam proses pembelajaran di madrasah.
Selanjutnya, materi Kurikulum Berbasis Cinta disampaikan oleh M. Khidir, S.S., M.Pd., selaku Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun pendekatan pembelajaran yang humanis, empatik, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Sementara itu, Dr. Muh. Zainal, S.Ag., M.Pd. membawakan materi mengenai Implementasi Pembelajaran Berbasis Ekoteologi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembuatan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran. Materi ini memberikan wawasan praktis kepada peserta terkait pemanfaatan teknologi secara bijak dan inovatif dalam mendukung pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan luring dilaksanakan di Balai Diklat Keagamaan Makassar dengan rangkaian aktivitas berupa pemaparan materi, diskusi kelompok, dan praktik penyusunan perangkat pembelajaran. Peserta didorong untuk mampu mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta dalam praktik pembelajaran di madrasah masing-masing.
Arfah Patawari, S.Pd., M.Pd. Gr., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan penguatan kompetensi sekaligus inspirasi baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna. “Workshop ini sangat bermanfaat untuk memperkaya wawasan dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada karakter, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan teknologi,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup secara daring pada 31 Desember 2025 oleh Ketua Tim Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. Hj. Nurjannah, S.Kom., M.Pd. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi antusiasme peserta serta berharap hasil kegiatan ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di madrasah masing-masing.
Melalui workshop ini, diharapkan guru madrasah semakin siap menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan.