Perkuat Sinergi, FKG Kota Palopo Siap Selaraskan Program Dengan Kemenag Dan Pemkot
Kontributor
Palopo, (Humas Palopo) – Forum Komunikasi Gereja (FKG) Kota
Palopo sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja Gerakan Pantekosta (GGP) Jemaat
El-Roy Salupao, Jl. Salupao, Kota Palopo, ini menjadi momentum penguatan
sinergi antara gereja, Kementerian Agama (Kemenag), dan Pemerintah Kota Palopo.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 anggota FKG dari berbagai denominasi gereja. Para penyuluh agama kristenKemenag Palopo, Turut hadir mewakili Pemerintah Kota Palopo, Staf ahli bidang Kesra Kota Palopo Drs. Taufik Gurrahman, M.Si. yang memberikan apresiasi atas peran gereja dalam menjaga harmoni sosial di kota idaman tersebut.
Ketua FKG Kota Palopo, Pdt. Yelfian Rumande, S.Th, menegaskan komitmen forum untuk menjadi wadah yang inklusif. "FKG bukan sekadar tempat berkumpul, tapi harus menjadi institusi yang bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi sosial-ekonomi masyarakat di Kota Palopo," tuturnya.
Sementara itu, Kasubbag TU Kemenag Kota Palopo, H. Mikail, S.Pd.I, MH, dalam arahannya meminta agar program kerja FKG selaras dengan hasil Rakernas Kemenag 2025 serta kebijakan Ditjen Bimas Kristen dan Katolik.
"Kami berharap Forum Gereja menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pemahaman agama yang moderat, toleran, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Ini adalah kunci untuk mencegah radikalisme dan menjaga stabilitas nasional," ujar H. Mikail.
H.Mikail juga menyampaikan bagaimana FKG tetap intens berkoordinasi bersama Kasubag Tu Kemenag Palopo dan DPRD Kota Palopo untuk mewujudkan struktur Bimas/ Penyelenggara Kristen di Kemenag Palopo.
Menurutnya upaya ini penting di lakukan sebab dalam pelaksanaan pelayanan keagamaan khususnya bagi umat kristen perlu adanya seksi/penyelenggara dalam struktur di Kemenag Kota Palopo sehingga kerja para penyuluh agama kristen dapat sinergi dan terealisasi dengan baik.
Berdasarkan hasil raker, FKG menyepakati enam poin strategis yang telah di paparkan Kasubag Tu sebagai arah kebijakan ke depan antara lain.
Ekoteologi & Persaudaraan Lintas Iman: Mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam ajaran gereja serta mempererat hubungan lintas iman.
Moderasi Beragama: Menyebarkan nilai toleransi dan anti-kekerasan untuk membendung radikalisme.
Pendidikan Karakter: Kurikulum pendidikan keagamaan berbasis cinta kasih untuk mencetak generasi unggul.
Dampak Sosial-Ekonomi: Menjadi institusi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Visi Indonesia Emas 2045: Memperkuat spiritualitas umat untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.
Sinergi antara tokoh agama dan pemerintah ini diharapkan terus terjaga demi mewujudkan masyarakat Palopo yang religius, rukun, dan sejahtera. (rdp)