Perluas Cakrawala Beragama, Kemenag Sinjai Pacu Guru Kuliah Lagi
Kontributor
Sinjai (Kemenag Sinjai) – Memperluas cakrawala beragama dan pemikiran menjadi strategi utama dalam menguatkan moderasi di masyarakat, termasuk di lingkungan madrasah. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai bersama Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan SDM bagi para pendidik di Aula Gedung PLHUT, Rabu (4/2/2026).
Kepala Kantor Kemenag Sinjai, H. Faried Wajedi, secara eksplisit memotivasi dan memacu para guru untuk tidak berhenti belajar dan sebisa mungkin melanjutkan kuliah lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan formal adalah cara terbaik untuk mengangkat derajat dan martabat pendidik sekaligus memperluas cara pandang mereka.
Rektor UIM, H. Muammar M. Bakry, menjelaskan bahwa musuh utama dari moderasi adalah keterbatasan wawasan. Ia memaparkan bahwa ketika literasi seseorang masih sedikit, mereka cenderung memiliki sikap merasa paling benar.
“Semakin luas wawasan seseorang, ia akan semakin bijak menyikapi perbedaan pendapat. Sebaliknya, wawasan yang sempit hanya akan melahirkan sikap kaku. Maka, teruslah upgrade ilmu agar lebih tawadhu,” pesan H. Muammar di hadapan seratus lebih guru madrasah negeri dari berbagai tingkatan yang menjadi peserta FGD.
Senada dengan hal tersebut, Fasilitator Moderasi Beragama Kemenag Sulsel, KH. Machmud Suyuti, yang hadir dalam kegiatan ini menekankan bahwa pendidikan tinggi harus berbanding lurus dengan sikap toleransi terhadap berbagai pendapat/mazhab.
Langkah Kemenag Sinjai ini menjadi komitmen nyata bahwa pengembangan profesi guru bukan sekadar urusan administrasi, melainkan upaya mendalam untuk mencegah radikalisme dan fanatisme sempit melalui penguatan ilmu pengetahuan. (SR)