Daerah

Potret Kepala Madrasah Menyongsong Hari Guru Nasional (Kepala Madrasah Sebagai Leader Pendidikan )

Foto Kontributor
Onya Hatala

Kontributor

Rabu, 19 November 2025
...

oleh

Mansur Patiroi

Kepala MTsN Gowa

Kepala madrasah mempunyai peranan yang sangat sentral dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidak hanya bertugas menjalankan administrasi sehari-hari, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.  

Kepala madrasah sebagai pemimpin tidak hanya bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi, tetapi juga membimbing, memotivasi, dan menginspirasi guru serta staf untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dengan kepemimpinan kepala madrasah yang efektif, madrasah dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memfasilitasi pengembangan profesional bagi guru, dan memastikan keselarasan antara visi madrasah serta praktik pengajaran sehari-hari.  

Sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah juga memiliki peranan penting dalam membangun hubungan baik dengan pemangku kepentingan, seperti siswa, orang tua, dan masyarakat, agar tercipta dukungan yang kuat bagi kemajuan pendidikan madrasah. Oleh karena itu, penting bagi kepala madrasah untuk terus mengembangkan kompetensi kepemimpinan, manajerial, serta memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan dunia pendidikan.  

Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, peran kepala madrasah tidak dapat diabaikan. Sebagai pemimpin, kepala madrasah memikul tanggung jawab besar dalam mengelola, memimpin, dan mengarahkan seluruh kegiatan pendidikan di madrasah. Kepala madrasah memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidak hanya bertanggung jawab menjalankan administrasi harian, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.  

Kepala madrasah memiliki peran ganda sebagai manajer dan pemimpin, yang harus mampu mengelola sumber daya manusia, mengembangkan kurikulum, dan menjaga keberlangsungan madrasah. Dalam praktiknya, peran kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan sering kali menghadapi berbagai tantangan dan kompleksitas. Tantangan tersebut meliputi perubahan kebijakan pendidikan, keterbatasan sumber daya, serta tuntutan untuk peningkatan kualitas pendidikan.  

Selain itu, kepala madrasah dihadapkan pada tugas-tugas yang semakin kompleks, seperti mengintegrasikan teknologi dan agama dalam pembelajaran serta memfasilitasi kebutuhan pendidikan inklusif bagi semua siswa. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kepala madrasah perlu memiliki kualitas kepemimpinan yang tangguh dan kompetensi memadai. Mereka harus mampu menjadi motivator, penggerak perubahan, dan pembina bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di madrasah. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah sangat memengaruhi efektivitas dan efisiensi pengelolaan madrasah serta pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.  

Peran strategis kepala madrasah seringkali memunculkan dua figur bagi madrasah. Pertama, figur kepala madrasah yang benar-benar profesional sehingga dapat memberikan berbagai keuntungan bagi lembaga pendidikan, seperti stabilitas, kemajuan, pengembangan, citra baik, dan sebagainya. Kedua, figur kepala madrasah yang tidak profesional sehingga menjadi musibah bagi lembaga pendidikan dengan mendatangkan berbagai kerugian, seperti kemerosotan kualitas, penurunan prestasi, citra buruk, dan lain-lain.  

Seorang kepala madrasah sebagai pemimpin yang membawa kemajuan bagi lembaga pendidikan yang dipimpinnya harus memiliki karakter dan akhlak serta syarat tertentu sebagai petarung dan visioner. Kepala madrasah yang berhasil adalah mereka yang memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan perannya sebagai orang yang diberi tanggung jawab memimpin madrasah.  

Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang dipimpin dengan cara-cara kreatif dapat menjelaskan dan menjabarkan peraturan, bahkan terkadang keluar dari aturan, justru mampu mencapai kemajuan lebih cepat daripada pendidikan yang dipimpin secara sangat terikat pada peraturan. Pada kenyataannya, kepala madrasah sebagai pemimpin memang tidak selalu menjalankan roda organisasi hanya berdasarkan perilaku kepemimpinan semata. Secara umum, kepemimpinan memiliki dimensi kemanusiaan lebih besar daripada sekadar pengelolaan, apalagi kekuasaan. Namun demikian, dalam keadaan tertentu, tindakan kepala madrasah bisa saja hanya berdasarkan kekuasaan.  

Kegagalan kepala madrasah untuk tampil berbeda dan berkeunggulan menyebabkan madrasah tidak mampu berbuat optimal. Adakalanya kepala madrasah justru lebih menampakkan kekuasaan daripada kepemimpinan. Sikap kepala madrasah seperti ini mengesankan perilaku otoriter. Namun, dalam kondisi yang menghadapkan kepala madrasah pada kesulitan tertentu, sikap otoriter mungkin lebih tepat digunakan daripada cara demokratis yang mengayomi, selama menghasilkan perubahan positif yang terukur bagi keberhasilan madrasah.

Editor: arfan

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default