Watampone, ( Kemenag Bone) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Bone menggelar pertemuan silaturahmi dan koordinasi bersama para penyuluh agama Islam se-Kabupaten Bone. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kemenag Bone pada Sabtu (14/2/2026) dan diikuti oleh 247 Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan, termasuk penyuluh dari KUA Dua Boccoe. Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan peran penyuluh dalam menghadapi momentum pembinaan umat selama Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Bone, Muhammad Subhan, didampingi Kepala Seksi Bimas Islam Salahuddin Siata serta Ketua IPARI Kabupaten Bone. Dalam arahannya, Plt. Kepala Kantor menekankan pentingnya menjaga integritas dan tanggung jawab moral penyuluh di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menggeser nilai-nilai keagamaan serta etika dakwah di tengah masyarakat. Selain itu, ASN di lingkungan Kemenag diimbau untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan menghidupkan spiritualitas kantor melalui pembiasaan ibadah seperti salat dhuha berjamaah.
Dalam sesi pembekalan, dibahas sejumlah fokus utama program menyambut Ramadan, antara lain penguatan Amaliah Ramadan melalui gerakan salat dhuha, tadarus Al-Qur’an satu juz per hari, serta program berbagi rezeki kepada masyarakat. Para penyuluh juga diarahkan untuk lebih progresif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang sejuk, moderat, dan edukatif. Sosialisasi instruksi terbaru dari Dirjen Bimas Islam terkait program bimbingan masyarakat turut menjadi materi penting. Selain itu, konsep ekoteologi juga ditekankan melalui gerakan nyata seperti Jumat Bersih guna menciptakan lingkungan kerja dan rumah ibadah yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Para penyuluh agama dari KUA Dua Boccoe menyambut baik kegiatan ini sebagai bekal strategis dalam menyusun program pembinaan dan pendampingan umat selama Ramadan 1447 H, sekaligus memperkuat sinergi, silaturahmi, dan semangat pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. (ashar/Ahdi)