Sekolah Usia Senja Binaan PAI Bontomarannu, Lansia Tingkatkan Kualitas Hidup
Kontributor
Bontomarannu (Kemenag Gowa). Pernahkah anda mendengar Lansia bersekolah? Dalam benak kita membayangkan seorang nenek usia 60 tahun memakai seragam dan membawa perlengkapan sekolah.
Ternyata sekolah Lansia itu ada. Dibentuk oleh Putriani, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Bontomarannu bekerjasama dengan Penyuluh KB Bontomarannu. Pada pertemuan, Jumat (26/9/2025) Putriani menjelaskan tentang sekolah Lansia ini.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia adalah pendidikan nonformal yang ditujukan kepada lansia dan pra lansia sebagai tempat belajar dan menimbah ilmu pengetahuan dan membuat daya dalam menjalani kehidupan di usia senja, sehingga dapat menjadi Lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif) dan bermartabat.
Hadir pada saat itu para Lansia yang selama ini aktif belajar mengaji. Dan merupakan kelompok binaan Putriani, penyuluh KB dan mahasiswa UINAM yang melaksanakan kegiatan magang di Kecamatan Bontomarannu.
"Sekolah lansia adalah program pendidikan non-formal yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia melalui berbagai pelatihan dan pengetahuan," papar Putriani.
Tujuannya adalah menciptakan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif, dengan materi pembelajaran meliputi kesehatan, teknologi, keterampilan hidup, seni, hukum, keuangan, serta keseimbangan mental dan spiritual.
Bersekolah diusia senja bukan untuk mendapatkan gelar atau menambah gelar yang ada. Namun untuk meningkatkan kualitas hidup. Dimana mereka bertemu dan bersosialisasi dengan teman sejawat. Sehingga diakhir hidupnya diisi dengan hal yang bermanfaat dan menambah amal ibadah.(Ida/OH)