TKA 2025 Jadi Bekal Santri Ke Perguruan Tinggi, MAS As’adiyah Dapoko Mantapkan Persiapan
Kontributor
Dapoko (Kemenag Bantaeng) - Madrasah Aliyah Swasta (MAS) As’adiyah Dapoko Kabupaten Bantaeng menggelar rapat persiapan pelaksanaan sekaligus pembentukan panitia Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2025 di ruang guru madrasah, Selasa (23/09). Rapat ini dihadiri oleh para guru dan kepala madrasah dengan penuh antusias sebagai langkah awal untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan terarah.
TKA tahun ini diperuntukkan bagi seluruh santri kelas XII. Kepala MAS As’adiyah Dapoko, Kiai Sudirman Sappara, dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA memiliki arti penting bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi lembaga pendidikan.
“Tes Kompetensi Akademik (TKA) adalah instrumen untuk memvalidasi dan mengukur capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar. Lebih dari itu, TKA menjadi alat strategis pemerintah dalam memantau mutu pendidikan nasional serta memberikan pengakuan yang setara bagi semua jalur pembelajaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Sudirman Sappara menegaskan harapannya agar seluruh santri dapat memperoleh hasil yang maksimal.
“Kami berharap melalui TKA ini, santri MAS Ponpes As’adiyah Dapoko bisa menunjukkan kualitas terbaiknya. Hasil yang baik tentu bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah saat melanjutkan ke perguruan tinggi, sekaligus membawa nama baik madrasah di kancah yang lebih luas,” ujarnya.
Hasil TKA tidak hanya dipakai untuk mengetahui capaian akademik, tetapi juga memiliki fungsi lebih luas bagi kualitas pendidikan lanjutan. Nilai TKA dapat dijadikan pertimbangan perguruan tinggi dalam menyeleksi mahasiswa baru, membantu mengukur kesiapan akademik calon mahasiswa, serta menjadi tolok ukur standar mutu lulusan di tingkat nasional. Dengan demikian, lulusan yang memiliki skor TKA yang baik dinilai lebih siap mengikuti perkuliahan, mampu beradaptasi dengan standar akademik yang lebih tinggi, dan memberi kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi.
Adapun materi yang diujikan dalam TKA meliputi kemampuan penalaran umum, literasi membaca, literasi sains, serta kemampuan kuantitatif (matematika dasar). Materi ini dirancang untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang menjadi bekal penting saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Rapat yang berlangsung penuh semangat tersebut menghasilkan struktur kepanitiaan yang akan bertugas mengawal jalannya TKA 2025 di MAS Ponpes As’adiyah Dapoko.
Dengan adanya panitia yang solid, pihak madrasah optimis pelaksanaan TKA akan berjalan sukses dan memberi manfaat besar bagi seluruh santri kelas XII. (Umr)