Wandani, Patria, Dan Magabudhi Sulsel Gelar Kegiatan Berbagi Kasih Untuk Kemanusiaan
Kontributor
Makassar — Dalam semangat kepedulian dan kemanusiaan, PD Wandani Sulawesi Selatan, DPD Patria Sulawesi Selatan, serta PD Magabudhi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Berbagi Kasih untuk Kemanusiaan melalui kunjungan kasih ke sejumlah rumah sakit di Kota Makassar, yakni RS Stella Maris, RS Primaya, dan RS Siloam. (21 Desember 2025)
Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengamalan ajaran Buddha yang menekankan nilai cinta kasih (mettā), welas asih, dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang. Dalam kunjungan tersebut, para perwakilan organisasi melaksanakan pembacaan paritta, doa bersama, serta menyerahkan bingkisan kasih kepada para pasien sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual.
Perwakilan Magabudhi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari praktik nyata ajaran Buddha dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kunjungan kasih ini, kami ingin menghadirkan ketenangan batin dan harapan bagi para pasien. Pembacaan paritta dan doa merupakan bentuk dukungan spiritual, sementara bingkisan kasih menjadi simbol perhatian dan kepedulian kepada sesama yang sedang menjalani masa pemulihan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Wandani Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen umat Buddha dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Kegiatan ini dilandasi semangat cinta kasih universal. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan semangat, penghiburan, serta mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Terpisah, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha menyatakan bahwa kegiatan Berbagi Kasih untuk Kemanusiaan tersebut sejalan dengan arah kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya program prioritas Menteri Agama “Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan.”
“Kegiatan ini merupakan implementasi konkret nilai-nilai moderasi beragama dan cinta kemanusiaan. Umat beragama didorong untuk hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat kerukunan, serta menumbuhkan empati dan solidaritas sosial,” jelasnya.
Melalui pembacaan paritta, doa bersama, dan aksi kepedulian sosial, diharapkan para pasien memperoleh ketenangan batin, kekuatan, serta optimisme dalam menjalani proses penyembuhan. Kegiatan ini juga menjadi contoh sinergi positif antarorganisasi umat Buddha dalam mendukung pembangunan kehidupan beragama yang rukun, harmonis, dan berorientasi pada kemanusiaan. (Mrj)