Provinsi

Ayah-Ibu Kompak, Anak Sehat: Bimas Buddha Sulsel Gaungkan Aksi Cegah Stunting

Foto Kontributor
Andi Baly

Kontributor

Kamis, 11 Desember 2025
...

Pinrang, KEMENAG SULSEL - Bimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bersama tim melaksanakan pembinaan dan bimbingan dengan tema “Peran Ayah dan Ibu dalam Pencegahan Stunting dalam Perspektif Buddha Dhamma” di Cetiya Cakrawala Dharma Indonesia Pinrang pada 9 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 pengurus dan umat Buddha yang mengikuti sesi dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, pengurus cetiya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bimas Buddha Sulsel atas kehadiran dan perhatian yang diberikan kepada umat. Mereka berharap pembinaan seperti ini dapat terus berkelanjutan demi peningkatan kualitas pengasuhan dan kesehatan keluarga Buddhis. Bimas Buddha Sulsel juga menegaskan bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan stunting.

Materi pembinaan menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan fisik, tetapi hasil dari kurangnya perhatian jangka panjang terhadap gizi, kasih sayang, dan lingkungan pengasuhan. Dalam Buddha Dhamma, orang tua disebut sebagai “Brahma pertama bagi anak-anak, guru pertama, serta orang yang patut dicintai” sebagaimana tertulis dalam Sigalovada Sutta (DN 31). Ini menegaskan bahwa peran ayah dan ibu adalah peran suci yang sangat menentukan tumbuh-kembang fisik dan mental anak.

Stunting dipahami bukan semata masalah tubuh pendek, melainkan gangguan pertumbuhan yang berdampak pada kemampuan belajar, perkembangan otak, hingga kualitas hidup di masa depan. Dhamma mengajarkan bahwa tubuh adalah kendaraan untuk berlatih sila, samādhi, dan paññā, sehingga merawat kesehatan anak adalah bagian dari menjalankan kewajiban moral (appamāda) dan mencegah munculnya penderitaan jangka panjang.

Dalam pembinaan dijelaskan pula peran ayah dan ibu yang diibaratkan sebagai dua belah sayap burung. Seorang ibu berperan memastikan gizi selama kehamilan, memberikan ASI eksklusif, dan menciptakan kelekatan emosional penuh metta. Sementara itu, ayah memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kebersihan rumah, memenuhi kebutuhan keluarga, serta terlibat langsung dalam pengasuhan sebagai wujud kalyāṇa-mittatā di dalam keluarga.

Nilai-nilai Buddha Dhamma seperti sīla, metta-karuna, appamāda, dan upekkhā juga disampaikan sebagai fondasi dalam pencegahan stunting. Orang tua diajak menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, memberikan nutrisi yang tepat, menjamin kebersihan lingkungan, serta menjaga kesehatan mental keluarga. Kutipan Dhammapada 204“Kesehatan adalah karunia terbesar”menjadi pengingat bahwa kesehatan anak harus dipertahankan sejak awal kehidupan.

Kegiatan ditutup dengan ajakan bagi keluarga Buddhis untuk mengubah cinta menjadi aksi nyata melalui pengasuhan penuh perhatian pada masa pra-kehamilan, kehamilan, hingga tumbuh kembang anak. Bimas Buddha Sulsel berharap pembinaan ini dapat memperkuat pemahaman umat akan pentingnya pencegahan stunting sebagai praktik langsung dari metta, karuna, upekkhā, dan appamāda demi terbentuknya generasi Buddhis yang sehat, cerdas, dan bijaksana. (Mrj)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default