Provinsi

Bangun ASN Berintegritas, Ketua Tim SDMA Kemenag Sulsel: “Menjadi ASN Itu Amanah, Bukan Sekadar Status”

Foto Kontributor
Wardiah

Kontributor

Rabu, 05 November 2025
...

Ketua Tim Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Sopyan Akhmad, menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.


Hal tersebut disampaikannya saat menjadi nara pada kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab yang mengusung tema “Inovasi Pembelajaran Digital Bahasa Arab di Madrasah” di Aula Kampus VI Universitas Negeri Makassar (UNM) Kabupaten Bone, Selasa (4/11/2025).


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, dan diikuti oleh 128 guru MI, MTs, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Bone.
Dalam pemaparannya, H. Sopyan Akhmad menekankan bahwa ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, dan integritas dalam bekerja. Menurutnya, menjadi ASN bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral dan keteladanan publik.


“Menjadi ASN itu bukan sekedar status, tapi amanah. ASN harus sadar bahwa setiap tanda tangan dan keputusan yang diambil adalah bentuk tanggung jawab kepada negara dan kepada Allah SWT,” tegasnya.


Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses kepegawaian di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel — mulai dari pengobatan, kenaikan pangkat, hingga redistribusi guru — dilaksanakan secara profesional, obyektif, dan tanpa pungutan biaya.


“Kami memastikan semua pelayanan SDM di Kemenag gratis dan transparan. Jangan ada lagi budaya 'amplop' atau rasa terima kasih yang disalahartikan. Gratifikasi bukan budaya ASN Kementerian Agama,” tegasnya.


Dalam arahannya, Sopyan juga mengingatkan pentingnya budaya kerja ASN yang berorientasi pada kinerja dan tanggung jawab. Ia mengutip prinsip manajemen ASN berbasis sistem Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) yang menuntut setiap ASN bekerja sesuai perencanaan dan hasil nyata.


“ASN yang taat aturan, profesional, dan disiplin akan melahirkan pelayanan publik yang berkualitas. Itulah wajah sejati ASN Kementerian Agama yang berintegritas,” ungkapnya.


Ia menambahkan, ASN harus mampu menempatkan rasa di bawah logika dalam mengambil keputusan, agar setiap tindakan tetap berpijak pada regulasi dan kebutuhan lembaga, bukan kepentingan pribadi.


Selain pelatihan ASN, kegiatan MGMP ini juga menjadi wadah bagi para guru Bahasa Arab untuk memperkuat kolaborasi dan kreativitas dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik di era digital.


H. Sopyan mengapresiasi semangat para guru yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


“Teknologi bukan ancaman bagi guru, tapi peluang.Gunakan digitalisasi sebagai sarana melengkapi pembelajaran Bahasa Arab agar lebih interaktif dan menyenangkan siswa,” pesannya.


Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru dan pembinaan ASN merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan.


“Inovasi tanpa integritas akan kehilangan arah. Tapi integritas tanpa inovasi juga tidak akan membawa perubahan. Dua hal ini harus berjalan seimbang agar madrasah kita semakin maju dan berprestasi,” ujarnya.


Kegiatan MGMP Bahasa Arab Kabupaten Bone ini menjadi momentum penting bagi para guru madrasah dan ASN Kemenag untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun madrasah yang unggul, modern, dan berkarakter.


Menutup materinya, H. Sopyan Akhmad mengingatkan seluruh peserta agar menjaga amanah sebagai ASN dengan rasa syukur dan tanggung jawab.


“ASN Kemenag harus menjadi wajah agama yang berintegritas, dan menebar manfaat. Taat pada aturan, disiplin dalam bekerja, dan tulus melayani — itulah kunci keberkahan seorang ASN,” tutupnya.(Cr77)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default