Cegah Kekerasan Seksual, Tim Peneliti MAN IC Gowa Kembangkan SAFEZONE Game
Kontributor
Makassar (Kemenag Gowa). MAN Insan Cendekia (IC) Gowa terus menguatkan posisinya sebagai madrasah riset berbasis sains dan nilai kemanusiaan melalui karya-karya inovatif peserta didiknya. Dua siswa penelitinya, A. Muh. Alif Asir dan Najihah Salzahmi, turun lapangan di SMP IT Insan Cendekia, Senin (6/10/2025), sebagai bagian dari implementasi riset.
Penelitian kedua siswa tersebut berjudul : “SAFEZONE Game : Inovasi Game Berbasis Konsep SAYA PEKA untuk Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Seksual dan Asertivitas sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja Boarding School.”
Penelitian yang dibimbing oleh guru pembimbing, Ayu Mutmainnah Halim, ini lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya literasi pendidikan seksual di kalangan remaja, terutama di lingkungan sekolah berasrama. Melalui pengembangan media berbasis game edukatif interaktif, tim peneliti berupaya menghadirkan pendekatan pembelajaran yang efektif, komunikatif, dan relevan dengan dunia remaja, agar konsep SAYA PEKA (Saya Peduli dan Asertif dalam Pencegahan Kekerasan Seksual) dapat dipahami dan diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN IC Gowa, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi tersebut. Ia menilai bahwa riset peserta didik bukan sekadar latihan akademik, tetapi merupakan kontribusi konkret madrasah dalam merespons tantangan sosial di era modern.
“Madrasah harus menjadi pusat lahirnya solusi atas persoalan nyata masyarakat. Inovasi seperti SAFEZONE Game membuktikan bahwa peserta didik kita mampu berpikir jauh ke depan, memadukan sains dan nilai moral untuk menciptakan perubahan sosial yang bermakna. Inilah wujud pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga melindungi dan memberdayakan,” tutur Burhanuddin.
Lebih lanjut, Burhanuddin menegaskan bahwa penguatan literasi seksual dan kemampuan asertif di kalangan remaja merupakan langkah strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berdaya. Ia menilai pendekatan berbasis teknologi dan riset seperti yang dilakukan tim peneliti MAN IC Gowa menjadi model pembelajaran masa depan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui penelitian ini, MAN IC Gowa sekali lagi menunjukkan kapasitasnya sebagai madrasah riset unggulan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap isu-isu sosial melalui karya ilmiah dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.(Din/OH)