Daerah

Dari Deep Learning Hingga Pemanfaatan AI: MTsN Barru Bersama KKMTs Barru Mantapkan Langkah Menuju Guru Masa Depan

Foto Kontributor
Arga Probowisesa

Kontributor

Minggu, 26 Oktober 2025
...

Barru, 25 Oktober 2025 - Kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTs Negeri Barru memasuki hari kedua dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme. Para guru dan tenaga kependidikan kembali memenuhi aula madrasah untuk mengikuti materi lanjutan yang kali ini dibawakan oleh Dr. Muh. Zainal, S.Ag., M.Pd, Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar.

Dalam penyampaiannya, Dr. Zainal menyoroti pentingnya kemampuan guru dalam mengembangkan media dan perangkat pembelajaran yang kreatif serta sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini. Beliau menegaskan bahwa guru di era digital harus mampu memanfaatkan teknologi dan berpikir inovatif dalam merancang pembelajaran.

Salah satu Widyaiswara terbaik di BDK Makassar ini juga memperkenalkan konsep deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam dan keterkaitan antar pengetahuan. “Guru bukan hanya mentransfer informasi, tetapi membimbing peserta didik untuk memahami makna di balik setiap pengetahuan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Zainal menjelaskan bahwa deep learning dalam konteks pendidikan bukan sekadar istilah teknologi, melainkan pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam terhadap konsep dan makna dari setiap materi yang dipelajari siswa. Melalui pembelajaran yang mendorong analisis, refleksi, dan keterhubungan antarpengetahuan, guru diharapkan mampu membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif, bukan hanya menghafal fakta.

Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diperkenalkan Dr. Zainal merupakan pendekatan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan ketulusan sebagai pondasi utama dalam proses pembelajaran. “Guru harus mengajar dengan cinta, karena cinta melahirkan kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan. Dari sanalah tumbuh pembelajaran yang menyentuh hati dan membentuk karakter,” jelasnya.

Pendekatan ini mengajak guru untuk melihat siswa bukan hanya sebagai penerima materi, tetapi sebagai pribadi yang perlu dirangkul dan dihargai potensinya. Dengan kurikulum yang berorientasi pada cinta, diharapkan suasana belajar menjadi lebih hangat, inklusif, dan berdaya ubah.

Menariknya, materi juga diselingi dengan berbagai tips dan trik agar pembelajaran lebih asik dan mudah diterima peserta didik. Dr. Zainal mengajak para guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna melalui aktivitas-aktivitas kreatif serta penggunaan media pembelajaran yang menarik.

Tidak hanya itu, sebagian materi workshop juga diarahkan untuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembuatan media dan perangkat pembelajaran. Para guru diajak memahami bagaimana teknologi AI dapat membantu dalam merancang bahan ajar yang menarik, adaptif, dan sesuai kebutuhan siswa. Melalui praktik langsung, peserta belajar mengeksplorasi aplikasi dan platform AI sebagai alat bantu kreatif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. 

Kegiatan hari kedua ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga membangkitkan motivasi untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran. “Materi yang dibawakan sangat membuka wawasan kami tentang cara mengajar yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” ungkap salah satu guru peserta workshop.

Hari kedua workshop ini juga semakin berwarna dengan nuansa biru yang mendominasi aula MTs Negeri Barru. Seluruh guru dan staf kompak mengenakan seragam berwarna biru—warna yang melambangkan ketenangan, kebijaksanaan, dan profesionalisme. Warna ini seolah merefleksikan semangat keluarga besar MTs Negeri Barru untuk terus menumbuhkan suasana kerja yang harmonis, solid, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTs Negeri Barru ini terlaksana berkat kerja sama yang solid antara MTs Negeri Barru dan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTS) Kabupaten Barru. Sinergi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah melalui penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. (Poya)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default