Daerah

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Pontren As’adiyah Galung Beru Khatamkan Shorof Angkatan II

Foto Kontributor
Vira Maulidya

Kontributor

Rabu, 28 Januari 2026
...

Bulukumba, (Kemenag Bulukumba) - Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan Khataman Shorof Angkatan II, pada Minggu (25/1/2026), bertempat di Aula Gedung Banpres Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru. 

Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Isra Mi’raj: Menguatkan Ruhani, Membumikan Tradisi Pesantren, dan Menajamkan Nalar Santri”. Tema tersebut mencerminkan komitmen pesantren dalam mengintegrasikan penguatan ibadah, pelestarian tradisi keilmuan klasik, serta pengembangan daya nalar santri.

Acara menghadirkan Dewan Masyayikh Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, AG. Drs. KH. Riyadhi Hamda, M.HI, sebagai pembawa hikmah Isra Mi’raj. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya shalat sebagai fondasi pembentukan karakter santri, sekaligus urgensi penguasaan ilmu alat dalam menopang pemahaman keislaman yang mendalam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Santri, para orang tua santri, Kepala MTs dan MIS As’adiyah Galung Beru, para tenaga pendidik dan pembina, serta segenap tamu undangan lainnya.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, KM Rusli Rahman, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran AG. Drs. KH. Riyadhi Hamda di pesantren yang diasuhnya. 

Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan khataman Shorof merupakan momentum strategis dalam memperkuat integrasi antara nilai spiritual dan tradisi keilmuan pesantren.

“Isra Mi’raj mengajarkan kedisiplinan shalat sebagai tiang agama, sementara khataman Shorof menegaskan pentingnya penguasaan ilmu alat sebagai fondasi memahami khazanah keilmuan Islam. Keduanya menjadi pilar penting dalam pembinaan santri As’adiyah,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebanyak 12 santri-santriwati dinyatakan wisuda khatam Shorof pada Angkatan II ini. Khataman tersebut menjadi penanda capaian penting dalam penguasaan ilmu alat sebagai fondasi memahami literatur keislaman secara berkelanjutan. (Jusman)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default