Daerah

Dari Guru Untuk Masyarakat, Kemenag Selayar Launching “KKG MI Berdampak”

Foto Kontributor
HUMAS KEMENAG SELAYAR

Kontributor

Kamis, 29 Januari 2026
...

Benteng (Kemenag Selayar) — Ruang-ruang madrasah tak lagi sekadar menjadi tempat belajar mengajar. Di Kabupaten Kepulauan Selayar, madrasah perlahan menjelma menjadi ruang kepedulian sosial. Semangat itulah yang tercermin dalam pelaksanaan dan launching Program KKG MI Berdampak, sebuah inovasi Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) yang didukung penuh oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), H. Firman, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Selayar saat membuka kegiatan KKG MI pada Rabu (28/01/2026). Kegiatan launching program ditandai dengan pembagian 5 (lima) paket sembako kepada orang tua siswa kurang mampu dan dilaksanakan di MIS Alasa, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Program “KKG MI Berdampak” hadir sebagai terobosan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran peserta didik, tetapi juga memperluas orientasi KKG agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar madrasah. Salah satu wujud nyata dari program ini adalah kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, bergilir di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam sambutannya, H. Firman menegaskan bahwa keberadaan KKG harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga madrasah, khususnya guru dan peserta didik. Namun demikian, ia menekankan bahwa dampak program KKG tidak boleh berhenti di lingkup internal madrasah saja.

“Kami berharap KKG tidak hanya menjadi forum peningkatan profesionalisme guru, tetapi juga mampu menghadirkan kepedulian sosial yang nyata. Program sosial seperti pembagian paket sembako ini adalah contoh konkret bagaimana KKG menunjukkan kepedulian dan bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan madrasah dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa madrasah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pembelajaran sekaligus pusat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Melalui KKG MI BERDAMPAK, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian di tengah masyarakat.

Program ini diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat antara guru, madrasah, dan masyarakat. Dengan demikian, madrasah tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial yang memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya. (Ags/Sy)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default