Dari Guru Untuk Masyarakat, Kemenag Selayar Launching “KKG MI Berdampak”
Kontributor
Benteng
(Kemenag Selayar) — Ruang-ruang madrasah tak lagi
sekadar menjadi tempat belajar mengajar. Di Kabupaten Kepulauan Selayar,
madrasah perlahan menjelma menjadi ruang kepedulian sosial. Semangat itulah
yang tercermin dalam pelaksanaan dan launching Program KKG MI Berdampak,
sebuah inovasi Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) yang didukung
penuh oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dukungan
tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi
Penmad), H. Firman, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Selayar saat
membuka kegiatan KKG MI pada Rabu (28/01/2026). Kegiatan launching program ditandai
dengan pembagian 5 (lima) paket sembako kepada orang tua siswa kurang mampu dan
dilaksanakan di MIS Alasa, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Program
“KKG MI Berdampak” hadir sebagai terobosan yang tidak hanya berfokus
pada peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran peserta didik,
tetapi juga memperluas orientasi KKG agar manfaatnya dapat dirasakan langsung
oleh masyarakat di sekitar madrasah. Salah satu wujud nyata dari program ini
adalah kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako yang akan dilaksanakan
secara rutin setiap bulan, bergilir di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten
Kepulauan Selayar.
Dalam
sambutannya, H. Firman menegaskan bahwa keberadaan KKG harus benar-benar
memberi manfaat nyata bagi warga madrasah, khususnya guru dan peserta didik.
Namun demikian, ia menekankan bahwa dampak program KKG tidak boleh berhenti di
lingkup internal madrasah saja.
“Kami
berharap KKG tidak hanya menjadi forum peningkatan profesionalisme guru, tetapi
juga mampu menghadirkan kepedulian sosial yang nyata. Program sosial seperti
pembagian paket sembako ini adalah contoh konkret bagaimana KKG menunjukkan
kepedulian dan bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan madrasah dan
masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, ia menyampaikan bahwa madrasah memiliki potensi besar untuk menjadi
pusat pembelajaran sekaligus pusat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Melalui
KKG MI BERDAMPAK, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas,
tetapi juga sebagai penggerak kepedulian di tengah masyarakat.
Program
ini diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat antara guru, madrasah, dan
masyarakat. Dengan demikian, madrasah tidak hanya hadir sebagai lembaga
pendidikan formal, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial yang memberi
manfaat nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya. (Ags/Sy)