Dibina Penyuluh Agama, 63 Anak Di Lau Maros Lulus Uji Kemampuan Al-Qur’an
Kontributor
Lau (Kemenag Maros)-Sebanyak 63 santri Taman Pendidikan
Al-Qur’an (TPQ) mengikuti kegiatan Munaqasyah Santri TPA/TPQ Binaan Penyuluh
Agama Islam KUA Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Tahun Pelajaran 2025–2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lau,
Senin (26/1/2026).
Acara munaqasyah ini menjadi ajang evaluasi bagi santri
dalam mengukur kemampuan bacaan Al-Qur’an yang telah dipelajari selama proses
pembinaan. Selain sebagai bentuk ujian, kegiatan ini juga bertujuan mendorong
santri agar terus unggul dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an
sejak usia dini.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Maros yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat
(Bimas) Islam, H. Ramli.
Dalam sambutannya, ia memberikan arahan sekaligus motivasi
kepada para santri, para orang tua, serta para pembina TPA/TPQ.
H. Ramli menekankan bahwa munaqasyah bukan semata-mata untuk
mencari nilai, melainkan sebagai sarana evaluasi pembelajaran, khususnya dalam
uji bacaan Al-Qur’an, ketepatan tajwid, dan kelancaran membaca.
“Saya berharap agar para santri dapat tumbuh menjadi
generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta mencintai Al-Qur’an dalam
kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Tak lupa, apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan
kepada para orang tua santri atas dukungan, perhatian, dan peran aktif mereka
dalam mendampingi anak-anak mengikuti pendidikan keagamaan.
Menurutnya, keberhasilan santri tidak terlepas dari sinergi
antara orang tua, ustaz-ustazah, dan para penyuluh agama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Staf Seksi Bimas
Islam Kemenag Kabupaten Maros, Ketua PC IPARI Kabupaten Maros, para Penyuluh
Agama Islam Kecamatan Lau, ustaz dan ustazah pembina TPA/TPQ, serta orang tua
dan wali santri.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat,
mencerminkan kebersamaan dalam membina generasi Qur’ani di Kecamatan Lau.
Kegiatan munaqasyah ini diharapkan dapat menjadi motivasi
berkelanjutan bagi santri untuk terus belajar, meningkatkan kualitas bacaan
Al-Qur’an, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak dini.
(Syamsir)