Disaksikan Menag, Kemenag Sulsel–Baznas Teken MoU Penguatan Zakat Produktif
Kontributor
MAKASSAR, KEMENAG SULSEL – Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan H. Ali Yafid bersama Ketua Baznas Sulsel Dr. dr. H. M. Khidri Alwi menandatangani nota kesepahaman (MoU) penguatan zakat produktif, Senin 9 Februari 2026.
Penandatanganan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulsel dan disaksikan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar.
MoU tersebut menjadi langkah konkret memperkuat sinergi pengelolaan zakat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat di Sulawesi Selatan.
Komitmen itu tercermin dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sulsel yang mengalokasikan Rp66.386.999.077 untuk program ekonomi produktif. Anggaran tersebut bersumber dari Baznas kabupaten/kota sebesar Rp63.955.067.229 dan kontribusi LAZ Rp2.431.931.848.
Dana zakat itu akan difokuskan pada program Santripreneur, Z-Mart, Z-Chicken, Baznas Microfinance, Kampung Zakat, serta berbagai skema penguatan usaha mikro berbasis masyarakat.
Kakanwil H. Ali Yafid menegaskan zakat harus dikelola secara profesional dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan umat.
“Pemberdayaan ekonomi umat merupakan mandat strategis pengelolaan zakat. Karena itu, orientasinya harus pada penguatan usaha produktif dan pembangunan ekosistem halal yang berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menambahkan, potensi zakat di Sulsel yang besar harus dikelola secara terencana, transparan, dan akuntabel agar mampu mendorong mustahik menjadi mandiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi Iskandar, menekankan pentingnya pengawasan dan kolaborasi lintas lembaga.
“Kami terus melakukan pembinaan agar pengelolaan zakat berjalan sesuai regulasi dan prinsip syariah. Sinergi dengan KUA diperkuat agar program tepat sasaran dan merata,” kata Mulyadi yang turut hadir pada kesempatan itu.
Secara kewilayahan, Kota Makassar tercatat mengalokasikan lebih dari Rp6 miliar untuk program ekonomi produktif. Kabupaten Gowa dan Maros masing-masing di atas Rp5 miliar, sementara Bone dan Wajo lebih dari Rp4 miliar.
Dari sisi LAZ, kontribusi terbesar berasal dari Dompet Dhuafa Rp1,88 miliar, disusul Lembaga Manajemen Infaq Rp434 juta serta Wahdah Inspirasi Zakat dan LAZIS As’adiyah Pusat Sengkang. (Nur/AB)