DWP Kemenag Sulsel Gaungkan Harmoni Cinta Di Bone, Dorong Peran Perempuan Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kontributor
Bone, (Kemenag Parepare) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Harmoni Cinta dengan tema “Mewujudkan DWP Rukun, Sinergi, Berdaya, Damai dan Maju Menuju Indonesia Emas 2045” di Kabupaten Bone, Selasa (7/1/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Penasihat DWP Kementerian Agama
RI, Ketua DWP Kementerian Agama RI, Ketua DWP Kemenag Kabupaten Bone, Hj.
Marsufa Rafik bersama pengurus dan anggota, Ketua DWP Kemenag Kabupaten/Kota
se-Sulawesi Selatan beserta para Pengurus termasuk DWP Kemenag Kota Parepare.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel,
Ny. Hj. Saidah Ali Yafid menyampaikan capaian program DWP selama satu tahun
terakhir. Ia menegaskan bahwa berbagai kegiatan DWP di kabupaten/kota telah
berjalan aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran DWP tidak hanya dirasakan secara internal
organisasi, tetapi juga dimanfaatkan langsung oleh masyarakat melalui berbagai
program sosial, edukasi, dan pemberdayaan,”ujarnya.
Ketua DWP Kanwil juga meminta arahan dan motivasi dari
Penasihat DWP Kemenag RI agar seluruh pengurus dan anggota semakin bersemangat
dalam berkarya dan meningkatkan kualitas program ke depan.
Pada kesempatan itu, Penasihat DWP Kemenag RI, Ny. Hj. Helmi
Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran DWP atas dedikasi
dan kerja nyata yang telah dilakukan.
Ia menekankan pentingnya nilai ekoteologi dan cinta yang
harus terus membersamai gerak langkah DWP.
“Ibu-ibu DWP memiliki peran strategis dalam menghadirkan
kesejukan, baik dalam rumah tangga maupun di lingkungan sosial,”ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga
kerukunan dan keharmonisan serta memaknai harmoni cinta sebagai keselarasan dan
keseimbangan dalam menjalankan peran keluarga dan sosial. Momentum awal tahun
ini dinilainya sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan
program agar pelaksanaan kegiatan tahun 2025 semakin optimal dan berdampak,
serta program tahun 2026 dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Lebih lanjut, Hj. Helmi menegaskan pentingnya peran
perempuan sebagai istri dan ibu dalam keluarga. Ia menekankan bahwa seorang
istri tidak hanya berperan sebagai ibu bagi anak-anak, tetapi juga menjadi
pendamping dan penyejuk bagi suami. Melalui peran tersebut, DWP diharapkan
mampu mewujudkan harmoni cinta yang berkontribusi pada penguatan ketahanan ASN.
Menutup arahannya, ia berharap ke depan DWP dapat “naik
kelas” dengan menghadirkan program-program yang lebih inovatif, berkelanjutan,
dan berdampak nyata bagi anggota, keluarga, serta masyarakat luas.
Usai memberikan sambutan, Penasihat DWP Kemenag RI
menyerahkan bantuan kepada penyandang disabilitas, di antaranya kepada Hafidz
Al-Qur’an dan penyandang disabilitas dengan kemampuan melukis, sebagai bentuk
kepedulian dan dukungan DWP terhadap potensi serta prestasi yang dimiliki
penyandang disabilitas.
Pada kegiatan tersebut juga disampaikan rencana
penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DWP dan BP4 terkait pelaksanaan
layanan konseling. Melalui kerja sama ini, diharapkan seluruh DWP
kabupaten/kota dapat menyiapkan ruang konseling sebagai upaya penguatan
ketahanan keluarga dan ASN.(Ikhsan/Wn)