Daerah

Ekoteologi Jadi Aksi Nyata: MAN 1 Soppeng Dinobatkan Madrasah Adiwiyata Tingkat Provinsi Sulsel 2025

Foto Kontributor
Andi Fathur

Kontributor

Rabu, 31 Desember 2025
...

Soppeng, (Kemenag Soppeng) -- Menutup tahun 2025 dengan capaian membanggakan, MAN 1 Soppeng resmi meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025. Penetapan tersebut tertuang dalam Pengumuman Hasil Penilaian Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan seleksi administrasi dan penilaian dokumen calon sekolah. 

Pengumuman tertanggal 22 Desember 2025 dengan Nomor 500.4.7.14/11514/DLHK menyebutkan daftar sekolah yang lolos menjadi Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025. Penetapan ini tercantum dalam Pengumuman Hasil Penilaian Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilakukan melalui tahapan seleksi administrasi dan penilaian dokumen calon sekolah adiwiyata. Dalam kategori SMA/MA, MAN 1 Soppeng tercantum sebagai salah satu satuan pendidikan yang dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan predikat sekolah adiwiyata.

Pengakuan pada level provinsi tersebut mempertegas bahwa MAN 1 Soppeng mampu membangun tata kelola pendidikan yang selaras dengan paradigma pembangunan berkelanjutan, yakni mengintegrasikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari sistem mutu madrasah.

Dalam kerangka Adiwiyata, capaian ini menjadi indikator bahwa pengelolaan lingkungan di satuan pendidikan tidak berdiri sebagai program insidental, melainkan berjalan sebagai mekanisme kelembagaan yang terencana, terukur, dan terus dievaluasi, sehingga berdampak pada perilaku dan budaya organisasi.

Lebih dari itu, capaian Adiwiyata Provinsi 2025 dimaknai sebagai bagian konkret dari implementasi Asta Protas Menteri Agama,dan Asta Aksi dari Bapak Kakanwil Kemenag Sulsel yang dapat diimplementasikan dengan baik khususnya pada pilar Ecotheology (Ekoteologi).

Ekoteologi menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan semata agenda teknis, melainkan panggilan moral dan spiritual: mengelola alam sebagai amanah, menumbuhkan etika keberlanjutan, serta membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.

Dalam konteks madrasah, nilai ekoteologi diwujudkan melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan, penguatan literasi ekologis, serta integrasi nilai-nilai keislaman yang mendorong peserta didik menjadi insan beriman sekaligus peduli kelestarian.

Prestasi pada tahun 2025 ini bukanlah capaian yang muncul secara tiba-tiba. Secara historis, MAN 1 Soppeng telah menunjukkan rekam jejak kepeloporan dalam penguatan sekolah ramah lingkungan sejak tahun 2010, ketika madrasah ini menerima penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Rangkaian capaian tersebut kemudian berlanjut pada tahun 2019 yang memperlihatkan bahwa komitmen lingkungan madrasah terus dirawat melalui konsistensi kebijakan, partisipasi warga sekolah, dan penguatan pembiasaan.

Kepala MAN 1 Soppeng, Musmuliadi, menegaskan bahwa capaian Adiwiyata Provinsi 2025 merupakan hasil dari kerja kolektif dan konsistensi tata kelola. Pernyataan tersebut menempatkan Adiwiyata bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti keterhubungan antara kebijakan strategis, implementasi program, serta hasil (outcome) yang dapat diverifikasi melalui indikator dan eviden.

Dalam perspektif manajemen mutu pendidikan, capaian Adiwiyata Provinsi menunjukkan bahwa MAN 1 Soppeng telah menjalankan pendekatan sistemik pada penguatan lingkungan madrasah: mulai dari regulasi dan perencanaan internal, pembagian peran dan tanggung jawab, hingga penguatan budaya partisipatif. Model kerja semacam ini menuntut adanya kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) agar program lingkungan tidak berhenti pada simbol, tetapi menjadi perilaku kolektif yang melembaga.

Lebih jauh, predikat Adiwiyata Provinsi 2025 memberi dampak edukatif yang relevan bagi peserta didik. Ketika sekolah membangun ekosistem yang sehat dan berwawasan lingkungan, maka proses pendidikan tidak hanya menargetkan capaian akademik, tetapi juga memupuk kompetensi abad 21 seperti kesadaran ekologis, tanggung jawab sosial, disiplin, kolaborasi, dan kepemimpinan. Dengan demikian, capaian ini dapat dipahami sebagai investasi karakter dan literasi lingkungan yang memperkuat kualitas lulusan, sekaligus membangun citra madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang responsif terhadap isu-isu strategis kebangsaan dan global.

MAN 1 Soppeng memaknai pengakuan Adiwiyata Provinsi 2025 sebagai kado terindah penutup tahun sekaligus amanah untuk meningkatkan kualitas pada tahun berikutnya. Melalui penguatan program yang lebih terukur, pengarusutamaan ekoteologi dalam pembelajaran dan budaya madrasah, pendokumentasian eviden yang lebih sistematis, serta konsistensi pembinaan partisipasi warga madrasah dan pemangku kepentingan, MAN 1 Soppeng berkomitmen menjaga keberlanjutan capaian, memperluas dampak edukatif, dan terus meneguhkan identitas madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang unggul, sehat, aman, ramah anak, dan berwawasan lingkungan. (Mus/afr)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default