Grand Opening Olimpiade PAI 2025 Oleh Wamenag, Sulsel Unjuk Kesiapan Dan Optimisme
Kontributor
Jakarta, (Kemenag Sulsel) – Ajang Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) yang merupakan bagian dari kegiatan PAI Fair Nasional (Semarak PAI) 2025 akhirnya digelar di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Ahad (30/11/25). Kegiatan berskala nasional yang pertama ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum.
Delegasi Sulawesi Selatan pada acara yang berlangsung selama tiga hari ini siap berkompetisi untuk tampil menjadi yang terbaik dan merebut juara pada setiap cabang yang dilombakan.
Meskipun tidak hadir langsung di lokasi kegiatan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memberikan dukungan dan apresiasi atas semangat para peserta yang mewakili Sulsel.
“Anak-anak kita adalah putra-putri terbaik hasil seleksi tingkat provinsi. Kami berharap mereka tampil percaya diri, menjaga akhlak, dan membawa nama baik Sulawesi Selatan melalui prestasi yang membanggakan,” ujarnya dari Makassar.
Kakanwil juga menegaskan bahwa partisipasi ini menjadi ruang pembentukan karakter.
“Pengalaman nasional seperti ini sangat berharga untuk menumbuhkan kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis para siswa,” tambahnya.
Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, H. Fathurrahman, berharap delegasi Sulsel bisa tampil terbaik dan berkompetisi dengan peserta dari daerah lain untuk merebut juara pada setiap cabang yang dilombakan.
Menurutnya, peserta yang diikutkan di ajang PAI Fair Nasional ini adalah mereka yang meraih juara 1 di tingkat provinsi dan telah diberikan pelatihan secara intensif sebelum diberangkatkan ke Jakarta.
“Kita berharap delegasi kita diberi kesehatan untuk berlomba menunjukkan yang terbaik, mengharumkan nama daerah,” ujar Fathurrahman.
Adapun cabang lomba yang diikuti kontingen Sulsel di antaranya adalah MHQ TK, MTQ SD, MTQ SMP, MTQ SMA, Lomba Pidato SD, Lomba Pidato SMP, dan Lomba Pidato SMA/SMK.
Menurut Fathurrahman, PAI Fair 2025 merupakan ajang kreativitas siswa untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang pendidikan agama Islam yang diharapkan dapat membentuk karakter dan kepribadian anak sejak dini.
Sementara itu, Wamenag Romo Muhammad Syafi’i saat membuka Grand Final Olimpiade PAI mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan agama Islam di wilayah masing-masing.
Menurut Wamenag, dukungan tersebut sangat penting sekaligus menjadi cermin keberpihakan terhadap pendidikan nasional. Ia menekankan perlunya sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah agar pembinaan guru PAI dapat berlangsung lebih optimal.
Romo Syafi’i menegaskan bahwa guru agama bertugas di sekolah umum, tetapi secara administratif berada di bawah Kemenag.
“Karena itu, dukungan pemda bukan hanya kebaikan hati, melainkan bagian dari komitmen memajukan pendidikan nasional,” tegasnya.
Wamenag juga menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah yang mendukung keberangkatan peserta PAI Fair 2025 dan berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan dukungan anggaran pendidikan agama secara lebih sistematis melalui APBD.
Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa Olimpiade PAI bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah bagi guru, mahasiswa, dan siswa dari seluruh Indonesia untuk mengasah pemahaman agama dan menampilkan karakter terbaik.
Ia mengingatkan seluruh finalis agar menjadikan keikutsertaan ini sebagai momentum peningkatan kualitas diri.
“Pulanglah dengan mutu yang lebih baik. Tunjukkan bahwa perjalanan ke Jakarta bukan hanya untuk lomba, tetapi juga untuk memperkuat kepribadian keislaman,” pesannya.
“Kesantunan dan prestasi anak-anakku ketika kembali ke daerah akan menjadi daya tarik kuat bagi pemda untuk terus mendukung kegiatan pengembangan pendidikan agama Islam,” tutur Wamenag.