Provinsi

Hadiri Haul Ke-56 Ponpes Al Junaidiyah Biru Bone, Menag ; Mondok Itu Investasi Dunia Dan Akhirat

Foto Kontributor
Mawardi

Kontributor

Kamis, 08 Januari 2026
...

Bone (Kemenag Sulsel) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa inti Isra Mikraj adalah pengalaman spiritual seorang hamba ketika berada pada kedekatan tertinggi dengan Allah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Haul ke-56 Pondok Pesantren Al Junaidiyah Biru, Bone, Sulawesi Selatan.

 

Mengupas Surah Al-Isra ayat 1, Menag menjelaskan bahwa penggunaan kata Subhanalladzi asra menandakan bahwa Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang berada di luar jangkauan logika manusia. “Segala yang diawali subhana menunjukkan kejadian yang tak mungkin dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Isra Mikraj adalah perjalanan yang melampaui penalaran,” ungkapnya. Rabu, (07/01/2026).

 

Menurut Menag, Al-Quran tidak menyebut “asra Muhammadan”, melainkan “bi’abdihi” karena yang diangkat adalah kualitas kehambaan. “Yang bisa dinaikkan ke Sidratul Muntaha bukan sembarang hamba. Ini gambaran seorang abdun yang selalu dekat dengan Tuhannya,” terangnya.

 

Menag turut menguraikan alasan Isra Mikraj terjadi pada malam hari. Dalam tradisi bahasa Arab, kata al-layl bukan sekadar gelap, tetapi juga menggambarkan suasana hening dan bening—kondisi terbaik bagi perjalanan rohani.

 

“Salat malam lebih khusyuk. Ketika siang banyak gangguan, tetapi malam hari manusia berada dalam keheningan, sehingga ruhnya lebih mudah naik kepada Allah. Karena itu salat disebut sebagai mi'raj bagi orang beriman,” jelasnya.

 

Dalam penjelasannya, Menag juga menyoroti makna masjid bukan hanya sebagai bangunan fisik. “Sujud itu bukan sekadar meletakkan dahi di lantai. Akal, hati, jiwa, dan seluruh organ batin juga harus tunduk. Karena itu tubuh manusia adalah masjid, tempat sujud bagi seluruh unsur rohani,” katanya.

 

Membersihkan tubuh—sebagai “masjid”—bukan hanya dengan pakaian dan deterjen, tetapi melalui wudu dan menjauhi dosa. “Organ tubuh yang sering berbuat salah, seperti mata, mulut, telinga, dan kaki, semua dibersihkan lewat wudu. Itulah pendidikan spiritual dalam Isra Mikraj,” tambahnya.

 

Di hadapan ribuan santri, Menag memberi motivasi agar bangga menjadi bagian dari pesantren. “Mondok adalah investasi dunia dan akhirat. Di pesantren kalian tidak hanya mempelajari ilmu, tetapi membangun karakter rohani yang kuat,” ujarnya.

Dalam acara ini, Kementerian Agama turut menyerahkan bantuan senilai Rp200 juta sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan pesantren. Bantuan ini diberikan langsung kepada pengurus yayasan dan pimpinan pesantren sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat (Tim HDI)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default