Hadiri Haul Ke-56 Ponpes Al Junaidiyah Biru Bone, Menag ; Mondok Itu Investasi Dunia Dan Akhirat
Kontributor
Bone (Kemenag Sulsel) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa inti Isra Mikraj adalah pengalaman spiritual seorang hamba ketika berada pada kedekatan tertinggi dengan Allah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Haul ke-56 Pondok Pesantren Al Junaidiyah Biru, Bone, Sulawesi Selatan.
Mengupas Surah Al-Isra
ayat 1, Menag menjelaskan bahwa penggunaan kata Subhanalladzi asra menandakan
bahwa Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang berada di luar jangkauan
logika manusia. “Segala yang diawali subhana menunjukkan kejadian yang tak
mungkin dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Isra Mikraj adalah perjalanan yang
melampaui penalaran,” ungkapnya. Rabu, (07/01/2026).
Menurut Menag, Al-Quran
tidak menyebut “asra Muhammadan”, melainkan “bi’abdihi” karena yang diangkat
adalah kualitas kehambaan. “Yang bisa dinaikkan ke Sidratul Muntaha bukan
sembarang hamba. Ini gambaran seorang abdun yang selalu dekat dengan Tuhannya,”
terangnya.
Menag turut menguraikan
alasan Isra Mikraj terjadi pada malam hari. Dalam tradisi bahasa Arab, kata
al-layl bukan sekadar gelap, tetapi juga menggambarkan suasana hening dan
bening—kondisi terbaik bagi perjalanan rohani.
“Salat malam lebih
khusyuk. Ketika siang banyak gangguan, tetapi malam hari manusia berada dalam
keheningan, sehingga ruhnya lebih mudah naik kepada Allah. Karena itu salat
disebut sebagai mi'raj bagi orang beriman,” jelasnya.
Dalam penjelasannya,
Menag juga menyoroti makna masjid bukan hanya sebagai bangunan fisik. “Sujud
itu bukan sekadar meletakkan dahi di lantai. Akal, hati, jiwa, dan seluruh
organ batin juga harus tunduk. Karena itu tubuh manusia adalah masjid, tempat
sujud bagi seluruh unsur rohani,” katanya.
Membersihkan
tubuh—sebagai “masjid”—bukan hanya dengan pakaian dan deterjen, tetapi melalui
wudu dan menjauhi dosa. “Organ tubuh yang sering berbuat salah, seperti mata,
mulut, telinga, dan kaki, semua dibersihkan lewat wudu. Itulah pendidikan
spiritual dalam Isra Mikraj,” tambahnya.
Di hadapan ribuan santri, Menag memberi motivasi agar bangga menjadi bagian dari pesantren. “Mondok adalah investasi dunia dan akhirat. Di pesantren kalian tidak hanya mempelajari ilmu, tetapi membangun karakter rohani yang kuat,” ujarnya.
Dalam acara ini,
Kementerian Agama turut menyerahkan bantuan senilai Rp200 juta sebagai bentuk
dukungan terhadap penguatan pendidikan pesantren. Bantuan ini diberikan
langsung kepada pengurus yayasan dan pimpinan pesantren sebagai wujud komitmen
pemerintah dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah,
dan pemberdayaan masyarakat (Tim HDI)