Daerah

Hamzah Israil Pimpin MUI Bantaeng 2025–2030, Kemenag Harap MUI Jadi Perekat Umat

Foto Kontributor
Humas Bantaeng

Kontributor

Senin, 16 Februari 2026
...

Bantaeng (Kemenag Bantaeng) – Dr. Kyai Muda Hamzah Israil resmi terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantaeng periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musyda) yang digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng.

Proses pemilihan berlangsung secara musyawarah oleh 11 formatur yang terdiri atas perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, pondok pesantren, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, dalam sambutannya saat penutupan Musyda menyampaikan rasa bahagianya atas kelancaran kegiatan tersebut.

“Sampai saat ini saya masih berada di tempat ini sebagai Kakan Kemenag Kabupaten Bantaeng. Itu sebagai indikasi bahwa saya bahagia karena acara ini telah selesai,” tutur H. Misbah.

Ia mengaku semakin berbahagia karena Musyda dihadiri berbagai kalangan, baik generasi muda maupun tokoh-tokoh senior.

“Lebih berbahagia lagi karena yang hadir hari ini bukan hanya anak muda, tetapi juga yang sudah matang usianya, namun masih mau melibatkan diri dalam organisasi, terutama di Majelis Ulama,” sambungnya.

H. Misbah menegaskan bahwa Kementerian Agama merupakan pembina organisasi keagamaan, sehingga ia berharap seluruh pihak yang terlibat tetap terakomodasi hingga tingkat cabang.

“Titipan saya kepada ketua terpilih, siapa pun yang telah berkecimpung di Majelis Ulama, mulai dari ketua hingga jajaran pembina, harus menjadi rahmat bagi semua orang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi sekat atau pengelompokan dalam tubuh organisasi.

“Tidak ada lagi kotak-kotak, tidak ada lagi memilah-milah. Kita harus benar-benar menjadi rahmatan lil alamin, baik untuk ormas-ormas yang ada maupun untuk masyarakat luas,” tegasnya.

Menurutnya, MUI memiliki peran strategis sebagai perekat umat, membangun nilai spiritual, serta menjaga kerukunan umat beragama.

“Kalau umat beragama saja bisa rukun, kenapa di antara kita tidak bisa rukun?” ucapnya.

Ia pun menyampaikan selamat kepada ketua terpilih dan menegaskan komitmen kemitraan antara Kementerian Agama dan MUI.

“Saya ucapkan selamat kepada ketua terpilih, Kyai Hamzah Israil, dan seluruh jajaran. Insya Allah kita akan terus bermitra,” pungkasnya.

Pada pembukaan Musyda, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, turut hadir dan membuka kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemaslahatan Umat Menuju Bantaeng Religius.”

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin menyampaikan bahwa MUI merupakan mitra strategis pemerintah.

“Alhamdulillah, ini adalah kesyukuran karena kita dapat melaksanakan Musyda MUI. MUI adalah organisasi Islam yang usianya cukup panjang dan terbentuk sejak era Orde Baru,” tuturnya.

Menurutnya, fatwa-fatwa MUI selama ini menjadi rujukan penting dalam kebijakan keagamaan.

“MUI adalah mitra strategis pemerintah. Fatwa-fatwa yang dikeluarkan selalu menjadi rujukan, dan MUI Kabupaten Bantaeng memiliki peran yang sangat penting,” ujarnya.

Ia berharap hasil Musyda dapat memperkuat peran MUI dalam mendukung program pembangunan daerah.

“Kami berharap MUI dapat bekerja maksimal dan menjadi rujukan pemerintah daerah. Ke depan, kami akan banyak berdiskusi dengan MUI terkait program strategis untuk mewujudkan Bantaeng yang religius,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Muhammad Ghalib Mattola, yang mewakili Ketua Umum, menegaskan bahwa MUI adalah pelayan umat sekaligus mitra pemerintah.

“Majelis Ulama adalah pelayan umat dan mitra pemerintah. Kita berharap seluruh pengurus yang terlibat mampu bermitra dengan baik demi kemaslahatan umat menuju Bantaeng yang religius,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh ormas Islam untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah.

Ketua Umum terpilih, Kyai Muda Hamzah Israil, dalam pidato perdananya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim formatur dan semua pihak atas amanah ini,” ungkapnya.

Ia mengakui memiliki keterbatasan, namun berkomitmen membangun kerja sama yang kuat dalam menjalankan roda organisasi.

“Dari keterbatasan saya, saya mengharapkan kita semua memperkuat kerja sama dalam menjalankan organisasi ini,” tuturnya.

Hamzah juga menekankan pentingnya keseriusan bagi siapa pun yang akan mengemban amanah sebagai pengurus.

“Kalau ditawari menjadi pengurus harian, sebaiknya dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh, bahkan jika perlu dengan istikharah. Keseriusan sangat diperlukan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa MUI adalah rumah besar umat Islam yang harus mampu mengakomodasi seluruh elemen.

“MUI adalah perahu besar umat Islam. Semua harus diakomodasi, jangan ada yang ditinggalkan. Tujuan kita satu, menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program demi Bantaeng yang bangkit, maju, aman, dan religius,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pihak membangun komunikasi dan memperkuat sinergi.

“Mari kita membangun komunikasi, memperkuat sinergi. Dengan sinergi akan lahir energi,” pungkasnya.

Adapaun yang diberi amanah sebagai Sekretaris Umum MUI Kab. Bantaeng periode 2025-2030 ialah Dr. Hasanuddin Arasy.

Musyda tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bantaeng atau yang mewakili, para camat, pengurus MUI tingkat kecamatan, pengurus ormas Islam se-Kabupaten Bantaeng, para tokoh agama, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantaeng Dr. Salam, serta tamu undangan lainnya. (MSD)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default