Hindari Perundungan, Putriani Bimbing Para Ibu Dengan Simulasi Pola Asuh Islami
Kontributor
Bontomarannu (Kemenag Gowa). Beberapa bulan terakhir, media massa marak memberitakan perilaku anak dan remaja sudah melampau batas nalar. Kasus perundungan bukan lagi lewat kata yang merendahkan atau makian. Tetapi sudah sampai pada tingkat fisik dengan pemukulan bahkan sampai pada pembunuhan.
Sungguh ironi bagi kaum Muslim yang menjadi agama yang mayoritas. Ajaran Islam tentang akhlak dan adab dalam bergaul sudah tidak jadi tolak ukur dalam perbuatan.
Islam sebagai agama yang sempurna yang diturunkan oleh Allah untuk menyelesaikan persoalan manusia seharusnya menjadi pedoman dalam semua dimensi kehidupannya.
Pola asuh yang benar berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah akan membawa keberkahan bagi umat manusia bukan hanya pada keluarga tersebut. Hal itu dijelaskan Putriani, Penyuluh Agama Islam KUA Bontomarannu saat melakukan bimbingan, Rabu (17/9/2025).
"Keluarga adalah kelompok masyarakat terkecil. Ketika semua keluarga mendidik sesuai yang diajarkan dalam Islam maka kehidupan bermasyarakat pun akan aman dan nyaman, " imbuhnya.
Putriani dalam pertemuan tersebut menjelaskan tentang Pola Asuh bagi Anak dan Remaja kepada para ibu Tim Penggerak PKK Borong Rappo Desa Sokkolia, di rumah salah satu anggota MT Nurul Amin, Rohani.
Metode yang diajarkan oleh Putriani adalah bentuk simulasi. Menurut Putriani metode ini lebih tepat menggantikan metode yang hanya teori saja. Bahkan tepat sasaran. Ibu - ibu pun sangat antusias mendengarkan dan berlatih.(Ida/OH)