Daerah

Imlek Dan Ramadan Bertemu, FKUB Bantaeng Rajut Kehangatan Bersama

Foto Kontributor
Humas Bantaeng

Kontributor

Senin, 23 Februari 2026
...

Bantaeng (Kemenag Bantaeng) — Di tengah suasana bahagia menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bantaeng menggelar silaturahmi penuh kehangatan di Cafe Budi Jaya, Minggu sore (22/2/2026).

Berlokasi di pelataran kafe yang berada tepat di samping Patung Andi Mannappiang, pertemuan tersebut berlangsung akrab dan penuh canda. Momen ini menjadi ruang temu yang sederhana namun sarat makna, mempererat hubungan antarumat beragama di Kabupaten Bantaeng.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bantaeng, Andi Irvandi Langgara, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai ruang silaturahmi seperti ini sangat penting untuk terus menjaga dan memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

“Momentum seperti ini menjadi penguat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk tetap bersama dalam kebersamaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Bantaeng, Abd. Khaliq, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Menurutnya, pertemuan ini menjadi simbol indahnya toleransi di Bantaeng, terlebih digelar di tengah dua momentum besar keagamaan yang dirayakan umat berbeda keyakinan.

Di kesempatan yang sama, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, Sopyan Yasri, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar silaturahmi lintas iman seperti ini terus digalakkan.

“Semoga pertemuan seperti ini semakin mempertebal persaudaraan dan menjaga keharmonisan umat beragama di Bantaeng,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kesbangpol Pemda Bantaeng, Andi Irvandi Langgara, Kasubbag TU mewakili Kepala Kemenag Bantaeng, Sopyan Yasri, Ketua FKUB Abd. Khaliq, serta para tokoh agama dari GKKA Makassar, Gereja Toraja, Gereja Pantekosta, dan sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan Islam.

Ajang silaturahmi itu ditutup dengan buka puasa bersama bagi umat muslim sekaligus santap makan malam bersama dengan seluruh tokoh dan tamu undangan yang hadir.

Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa di Bumi Butta Toa, kebersamaan tetap tumbuh subur. Imlek dan Ramadan boleh berbeda makna, namun keduanya bertemu dalam satu nilai yang sama: persaudaraan dan kedamaian. (MSD)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default