Inovasi TAMAN: Ikhtiar Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa MAN 2 Kota Makassar
Kontributor
Dalam lanskap pendidikan modern, literasi tidak lagi boleh terkurung dalam gedung perpustakaan. Ia harus menjadi denyut nadi yang mengalir bebas di setiap sudut madrasah. MAN 2 Kota Makassar menyadari bahwa batasan fisik seringkali menjadi penghalang bagi akses informasi yang inklusif. Sebagai solusi visioner, lahirlah inovasi TAMAN (Tempat Membaca Dimana-mana). Kepala Madrasah, Darmawati, mengungkapkan, inisiatif ini bukan tentang memindahkan rak buku ke luar ruangan, melainkan tentang menciptakan inklusivitas informasi dan fleksibilitas.
Mendobrak Sekat, Menembus Ruang
Konsep TAMAN (Tempat Membaca Dimana-mana) adalah redefinisi perpustakaan masa depan yang menyinergikan fasilitas fisik yang estetis dengan infrastruktur digital yang memadai. Inovasi ini dirancang untuk memastikan proses belajar tetap berjalan tanpa terikat oleh ruang dan waktu.
Ruh dari inovasi ini adalah memastikan layanan perpustakaan hadir di titik-titik yang sebelumnya tidak terlayani oleh fasilitas konvensional, mengoptimalkan platform digital untuk memperkuat budaya literasi, dan mengubah siswa dari penikmat informasi pasif menjadi partisipan aktif dalam pembangunan budaya ilmu pengetahuan.
Sinergi Fisik dan Digital
Inovasi TAMAN ini memadukan antara ruang fisik yang inspiratif dan sistem digital yang responsif. Dari sisi fisik, madrasah menghadirkan Taman Bola Dunia dan Gazebo sebagai ruang terbuka yang ikonik, dirancang untuk mendukung diskusi kelompok maupun belajar bersama. Selain itu, tersedia Pojok Literasi M2M dan Taman Membaca sehingga siswa dapat dengan mudah mengakses tempat untuk melakukan literasi.
Sementara itu, dari sisi digital, akses literasi diperluas tanpa batas melalui pemanfaatan teknologi. QR code dan barcode ditempatkan di titik-titik strategis sebagai pintu masuk menuju konten digital. Selain itu, website dan media sosial madrasah seperti Instagram, YouTube, dan TikTok dimanfaatkan sebagai sarana publikasi, diseminasi informasi, serta wadah apresiasi karya siswa.
Ikhtiar Jangka Panjang
Inovasi TAMAN merupakan sebuah Best Practice yang membuktikan bahwa kreativitas dapat melampaui keterbatasan ruang. Validasi terhadap keberhasilan program ini tercermin dalam kunjungan Dirjen Pendidikan Islam pada Rabu, 30 April 2025, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap pemanfaatan barcode digital literasi di MAN 2 Kota Makassar.
Sebagai tempat pelestarian ilmu, TAMAN menjaga warisan literasi agar tetap relevan. Harapannya, model ini akan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya di Indonesia untuk membangun ekosistem literasi yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, dan selalu berorientasi pada masa depan.Mutaillah (Guru MAN 2 Kota Makassar)