Kabid Penmad Kemenag Sulsel: Hafidz Harus Siap Hadapi Era AI Dan Teknologi Digital
Kontributor
Makassar– (Kemenag Makassar) -- Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Wahyuddin Hakim, menekankan pentingnya kesiapan generasi hafidz menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi digital yang semakin pesat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Khatmul Qur’an Angkatan V Tahun 2026 MTsN 1 Kota Makassar yang berlangsung di Hotel Claro Kota Makassar, Kamis (29/1/2026).
Menurut Wahyuddin, menghafal Al-Qur’an di era digital tidak cukup hanya pada aspek hafalan, tetapi harus dibarengi dengan literasi teknologi agar peserta didik mampu menyikapi kemajuan zaman secara bijak.
“Hari ini ananda sekalian diperhadapkan dengan teknologi luar biasa, termasuk AI yang merupakan salah satu temuan tercanggih abad ini dan mampu mengubah dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dapat menghadirkan banyak kemudahan, termasuk dalam akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas, yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
“Hari ini ada saudara-saudara kita yang tidak bisa melihat, tetapi tetap bisa membaca Al-Qur’an melalui teknologi. Ini menunjukkan bahwa teknologi harus dipahami dan dimanfaatkan secara positif,” lanjutnya.
Wahyuddin juga memberikan apresiasi atas konsistensi MTsN 1 Kota Makassar dalam membina program tahfidz meskipun bukan madrasah berasrama. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil perjuangan panjang para pendidik dan pembimbing.
Ia turut menyampaikan kebanggaannya atas prestasi siswa MTsN 1 Kota Makassar yang berhasil menembus ajang nasional dan internasional, serta mendorong para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke madrasah unggulan sebagai bagian dari pengembangan potensi akademik dan nonakademik.
“Di pundak kalian ada gelar yang amat istimewa, yaitu sebagai penghafal Al-Qur’an. Ini adalah prestasi yang luar biasa dan tidak mudah diraih,” tuturnya.
Kabid Penmad berharap kegiatan Khatmul Qur’an ini mampu melahirkan generasi hafidz yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam literasi, adaptif terhadap teknologi, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global.