Kabid Penmad Kemenag Sulsel Tekankan Kekompakan Dan Madrasah Ekoteologi Pada Evaluasi Kinerja 2025
Kontributor
Bulukumba (Humas Kemenag) Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Wahyuddin Hakim, memberikan arahan pada kegiatan Evaluasi Kinerja Madrasah Tahun 2025 yang digelar di Panrangluhu, Kabupaten Bulukumba, Senin (26/1/2026).
Dalam arahannya, Kabid Penmad menekankan pentingnya kebersamaan dan kekompakan seluruh insan madrasah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Ia mengawali sambutannya dengan sebuah analogi sederhana namun sarat makna.
“Lidi kalau disatukan bisa membersihkan rumput. Begitupun dengan kita, jika bersatu dan kompak, maka masalah sebesar apa pun insyaallah dapat kita atasi,” ungkap Wahyuddin di hadapan peserta evaluasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab, tanpa melihat besar kecilnya nilai anggaran yang dikelola.
“Berapa pun anggaran yang kita kelola, pengelolaannya harus bagus dan tepat sasaran,” tegasnya.
Wahyuddin juga menjelaskan bahwa program prioritas (Protas) madrasah harus selaras dengan Program Prioritas Presiden sebagaimana termaktub dalam RPJMN. Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah ekoteologi, yang menurutnya tidak boleh dimaknai secara seremonial semata.
“Ekoteologi bukan hanya sekadar menanam pohon. Pohon itu harus dirawat, dan jika tidak hidup, harus diganti,” jelasnya.
Dalam konteks layanan pendidikan, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, termasuk melalui penguatan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan madrasah.
“Bagaimana kita membiasakan peserta didik mengelola sampah, mulai dari hal paling kecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Ending-nya adalah pembentukan karakter,” ujarnya.
Menurutnya, karakter tidak dapat dibentuk secara instan atau dipaksakan, melainkan harus melalui pembiasaan yang berkelanjutan.
“Karakter itu bukan dipaksakan, tapi dibiasakan,”tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Kabid Penmad juga mengajak seluruh insan madrasah untuk mensyukuri perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan madrasah. Ia menyampaikan bahwa pada tahun ini dukungan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) dari pemerintah pusat mengalami peningkatan yang signifikan.
“Kita patut bersyukur karena tahun ini bantuan pemerintah pusat, khususnya terkait sarana dan prasarana madrasah, sangat meningkat. Ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk peningkatan mutu layanan pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, Wahyuddin menyoroti capaian prestasi madrasah, khususnya Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat nasional, yang telah berhasil diraih pada tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan.
“Prestasi OMI tingkat nasional yang sudah kita raih harus dipertahankan dan diupayakan untuk ditingkatkan,” tegasnya.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Kabid Penmad berpesan agar madrasah mulai melakukan langkah-langkah strategis sejak dini, salah satunya melalui proses seleksi peserta didik yang lebih terencana dan berkualitas.
“Mulai sekarang, seleksi harus sudah dilaksanakan dengan merekrut siswa yang betul-betul mampu, sehingga pembinaan prestasi dapat dilakukan secara lebih terarah,” pesannya.
Menutup arahannya, Wahyuddin menegaskan bahwa pada tahun 2026 tindak lanjut dari evaluasi ini harus benar-benar dilaksanakan, khususnya dalam mengimplementasikan Madrasah Ekoteologi secara nyata dan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan madrasah. (AR)