Kemenag Lingkup Sulsel Diingatkan, Paradigma Kehumasan Harus Berubah
Kontributor
Bulukumba, Kemenag Barru — Perubahan paradigma kehumasan menjadi salah satu pesan utama dalam Evaluasi Kinerja Unit Sekretariat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Pantai Parangluhu, Kabupaten Bulukumba. Fokus pemberitaan Kementerian Agama kini tidak lagi bertumpu pada banyaknya jumlah berita, melainkan pada kualitas isi serta dampaknya bagi pelayanan dan kepercayaan publik.
Ketua Tim Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kanwil Kemenag Sulsel, Mawardi, menegaskan bahwa perubahan tersebut berlaku secara nasional seiring hasil Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan tahun sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa ukuran kinerja kehumasan tidak lagi ditentukan oleh seberapa banyak berita diproduksi, tetapi sejauh mana berita tersebut memiliki makna dan relevansi bagi masyarakat.
“Buat apa bikin berita kalau hanya kita sendiri yang membaca. Jangan mengerdilkan lembaga dengan berita sendiri. Isi berita jangan hanya soal baca doa atau apel pagi tanpa menjelaskan apa dampaknya bagi masyarakat. Pemberitaan harus fokus pada pelayanan,” tegas Mawardi.
Selain kualitas pemberitaan, Mawardi juga menekankan pentingnya validitas dan konsistensi data sebagai fondasi kepercayaan publik. Ia mengingatkan bahwa meskipun Kemenag Sulsel berhasil meraih tiga penghargaan, salah satunya dalam pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), persoalan disparitas dan inkonsistensi data pernah menjadi catatan serius di tingkat pusat.
“Instrumen data akan segera diturunkan dan mohon diisi sevalid mungkin. Dua tahun lalu kita bahkan ditelepon pusat karena adanya data yang jomplang dan mencolok. Ini harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menekankan bahwa peningkatan kinerja tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan komunikasi yang sehat di internal organisasi. Menurutnya, seluruh unsur Kemenag, mulai dari kepala kantor hingga tenaga pendukung, bekerja dengan dukungan negara untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
Ia menilai bahwa dorongan kinerja akan jauh lebih efektif jika diiringi dengan perhatian dan dukungan yang proporsional, termasuk bagi tim kehumasan. Tekanan tanpa dukungan, menurutnya, justru berpotensi melemahkan semangat kerja.
“Kita butuh komunikasi dan kerja kolaboratif. Jangan memberi tekanan berlebih sementara dukungan tidak kita siapkan. Kehumasan juga bekerja dengan keterbatasan kuota, alat, dan sumber daya,” ujar H. Ali Yafid.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Evaluasi Kinerja Unit Sekretariat Kanwil Kemenag Sulsel yang memasuki hari kedua pada Senin (26/01/26). Forum ini diikuti ratusan peserta dari jajaran Kanwil Kemenag Sulsel dan Kantor Kemenag kabupaten/kota, termasuk tim dari Kemenag Kabupaten Barru yang dihadiri langsung Kepala Kantor Kemenag Barru, H. Irman.
Melalui evaluasi ini, Kanwil Kemenag Sulsel menegaskan komitmennya untuk membangun kehumasan yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan narasi yang jujur, berdampak, dan mencerminkan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.(Arga)