Kabid PHU Imbau Calon Jemaah Haji Soppeng Luruskan Niat Dan Siapkan Fisik Sebelum Berhaji
Kontributor
SOPPENG, KEMENAG SULSEL — Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ikbal Ismail mengaimbau kepada calon jemaah haji asal Kabupaten Soppeng agar meluruskan niat dan menyiapkan fisik dengan baik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Hal itu disampaikan Ikbal dihadapan 260 calon jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Kerukunan Keluarga Bugis (KKB) Saudi Arabia yang mengikuti kegiatan manasik haji di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Minggu 9 November 2025.
“Tapagassingi niatta. Perbaiki dan luruskan niat kita. Ibadah haji dilakukan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi ujian bagi kesiapan fisik dan mental.
“Proses administrasi telah selesai, kini yang akan dijalani adalah proses ibadah. Ibadah haji sangat menguras tenaga, karena itu siapkan fisik dengan baik. Ikuti setiap arahan dalam manasik ini sebagai bekal berharga di Tanah Suci,” ujarnya.
Lebih lanjut mantan Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar ini berpesan agar seluruh calon jemaah menjaga kekompakan dan saling membantu selama perjalanan maupun ketika berada di Arab Saudi.
“Tunjukkan bahwa jemaah haji asal Soppeng adalah jemaah yang tertib, disiplin, dan saling tolong-menolong. Jangan biarkan ada yang kesulitan, terutama jemaah lansia. Mari saling membantu, baik di tanah air maupun di Tanah Suci,” pesannya.
Diakhir paparan materinya, Ikbal mengatakan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian sosial selama berhaji merupakan wujud nyata dari kemabruran ibadah haji itu sendiri.
“Kemabruran haji bapak ibu, juga akan tercermin pada sikap dan prilaku bapak ibu setelah kembali ke kampung halaman masing-masing,” pungkasnya.
Melalui
kegiatan manasik ini, Kemenag Sulsel berharap para calon jemaah dapat memahami
makna berhaji secara utuh, bukan hanya sebagai ritual fisik, tetapi juga
sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kesalehan sosial. (AB)