Kakankemenag Kota Makassar Resmikan Perpustakaan TPQ IMMIM Dan Kukuhkan Majelis Taklim Difabel

Kontributor

Makassar (Kemenag Makassar) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Irman, S.Ag., M.Si., meresmikan Perpustakaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) IMMIM yang dirangkaikan dengan Pengajian Akbar Majelis Taklim IMMIM (PERMAWI) di Masjid Nurul Muttahidah IMMIM, Sabtu (11/7/2025).
Mengangkat tema “Meneladani Keteguhan Siti Hajar: Penguatan Peran Ibu dalam Dakwah dan Pembinaan Keluarga melalui Majelis Taklim”, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Dakwah Islamiah IMMIM (YASDIC) Dr. Nurfadjeri Fadli, SP., M.Pd., Sekjen DPP IMMIM Prof. Dr. Suhufi, MA, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Makassar H. Hasan Pinang, serta Kepala KUA Ujung Pandang Ust. Jazil, M.Pd.
Selain meresmikan perpustakaan, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran inisiatif dakwah inklusif oleh IMMIM. Program ini ditandai dengan penyerahan SK kepada kader dakwah yang akan mendampingi penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu. Sebanyak 20 binaan dari kalangan difabel hadir dalam pengukuhan Majelis Taklim Difabel IMMIM.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Kota Makassar, H. Irman, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif IMMIM dalam menghadirkan masjid yang inklusif dan ramah disabilitas. Ia juga menegaskan pentingnya peran majelis taklim, khususnya kaum ibu, dalam memperkuat ketahanan keluarga dan dakwah yang menyentuh semua lapisan masyarakat.
“IMMIM telah menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya soal mimbar dan ceramah, tetapi juga soal kepedulian sosial dan inklusivitas. Inisiatif menghadirkan majelis taklim bagi penyandang disabilitas adalah langkah nyata menuju masjid yang merangkul semua,” tegas H. Irman.
Ia juga menyambut baik hadirnya perpustakaan TPQ sebagai pusat literasi Qur’ani bagi generasi muda.
“Kita perlu terus mendorong masjid dan TPQ sebagai pusat ilmu, tempat tumbuhnya generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak. Perpustakaan ini adalah salah satu pintunya,” ujar H. Irman saat meresmikan dengan pemotongan pita.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh Dr. Muhammadiyah Yunus yang mengangkat keteladanan Siti Hajar sebagai simbol keteguhan dan peran penting perempuan dalam sejarah Islam.
Dengan semangat kolaboratif, acara ini memperkuat pesan bahwa masjid hari ini harus hadir sebagai ruang dakwah yang modern, inklusif, dan menyentuh kebutuhan umat dari semua kalangan.