Kalaborasi Peran Strategis KUA Dalam Pencegahan Stunting Di Sinjai Borong
Kontributor
Sinjai, (Kemenag Sinjai) --- Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sinjai Borong, Parawangsa, menghadiri Mini Lokakarya Penanganan Stunting yang digelar di Aula Kantor Camat Sinjai Borong. Kehadirannya mewakili Kepala KUA Kecamatan Sinjai Borong, H. Muhammad Umar sedangkan Penyuluh Agama Islam diwakili oleh Nilawati. Senin (07/07/2025)
Kegiatan ini merupakan pertemuan lintas sektor yang diselenggarakan dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Sinjai Borong. Lokakarya ini juga menjadi ajang evaluasi pelaksanaan program stunting serta sinergi antar lembaga terkait.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kepala UPTD Puskesmas Borong Kompleks, Kapolsek, Danramil, Sekretaris Camat, Ketua TP-PKK, Koordinator KB, PKB/PLKB, serta Ketua TPK dari beberapa desa seperti Pasir Putih, Kassi Buleng, Bonto Tengnga, dan Batu Belerang.
Dalam forum tersebut dibahas strategi dan langkah konkret yang akan diambil dalam menekan angka stunting, termasuk penguatan peran tokoh agama, penyuluh, dan lintas sektor dalam edukasi masyarakat.
Parawangsa yang hadir mewakili Kepala KUA menyampaikan bahwa peran KUA tidak hanya terbatas pada urusan keagamaan, tetapi juga mencakup pembangunan masyarakat secara umum, termasuk dalam hal edukasi pencegahan stunting. “Kehadiran KUA pada kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata kontribusi keagamaan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan keluarga,” Pungkas Parawangsa.
Senada dengan itu, Nilawati juga menegaskan bahwa edukasi keagamaan dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya gizi, pola asuh, dan kesiapan mental dalam membina rumah tangga.
“Penyuluh Agama tidak hanya membina aspek keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, termasuk dalam isu penting seperti pencegahan stunting,” ujarnya.
Partisipasi aktif KUA dan PAI dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen lembaga keagamaan dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya dalam memberikan penyuluhan dan edukasi berbasis keagamaan kepada keluarga dan calon pengantin sebagai bagian dari pencegahan stunting sejak dini.