Kepala Kemenag Enrekang Hadiri Haul Ke-29 AG KH. Abdurrahman Ambo Dalle, Terima Penghargaan Profesor HC
Kontributor
Wajo, (Kemenag Enrekang)– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Enrekang menghadiri Peringatan Haul ke-29 Anregurutta (AG) KH. Abdurrahman Ambo Dalle di Pondok Pesantren DDI Al-Mubarak Tobarakka pada Minggu (30/11/2025). Acara berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh nasional, ulama, serta pimpinan daerah yang memberikan penghormatan kepada ulama besar pendiri jaringan pendidikan DDI tersebut. Haul ini kembali menegaskan pentingnya keteladanan AG KH. Abdurrahman Ambo Dalle dalam membangun tradisi pendidikan Islam di Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI menyampaikan arahan mengenai penguatan tiga entitas pendidikan di Indonesia, yaitu Pendidikan Umum, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Pesantren. Beliau menguraikan perbedaan mendasar antara sekolah, madrasah, dan pesantren dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Sekolah dipahami sebagai lembaga pendidikan yang terikat ruang dan waktu, dengan sumber pembelajaran yang bertumpu pada akal. Sementara madrasah memiliki ruang belajar yang tidak dibatasi waktu; proses belajar dapat berlangsung sepanjang hari dan epistemologinya bersumber tidak hanya dari guru, tetapi juga dari Allah melalui proses tazkiyah atau penyucian jiwa. Adapun pesantren memiliki sumber ilmu yang lebih luas, meliputi akal, intuisi, mimpi (ru’yah), manamaat, waqi’iyyah (antara sadar dan tidur), alam hayal, hingga mukasyafah atau kemampuan membaca tanda batin.
Kepala Kemenag Enrekang yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya merasa mendapat pencerahan mendalam dari arahan Menteri Agama. “Kami sangat bersyukur dapat mendengarkan secara langsung arahan Bapak Menteri Agama tentang pemetaan tiga entitas pendidikan. Penjelasan beliau semakin meneguhkan komitmen kami untuk memperkuat peran madrasah dan pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan ketajaman spiritual,” ucapnya.
Menteri Agama juga menegaskan bahwa sekolah fokus pada konsentrasi, sementara madrasah dan pesantren menekankan kontemplasi, sebagaimana teladan Rasulullah SAW yang mengasah ketajaman batin melalui kontemplasi sebelum turunnya wahyu.
Pada momentum haul tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Enrekang turut menerima penghargaan Profesor Honoris Causa (HC) dari Universitas Islam Daud Fathoni Thailand. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Senat Guru Besar, AGH Sayyid Prof. Dr. Agil Husaini Al Mandalay, Lc., M.A., sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam pengembangan pendidikan Islam, penguatan lembaga keagamaan, serta pembinaan madrasah dan pesantren di Kabupaten Enrekang. Ia menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan menyebutnya sebagai amanah besar yang akan terus diperjuangkan demi kemajuan pendidikan Islam di Enrekang. (cut)