Daerah

Ketika Ka’bah Tinggal Sejengkal

Jumat, 05 Desember 2025
...

Belopa (Kemenag Luwu), Di ruang PLHUT Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Luwu, Kamis (4/12/2025), suasana terasa berbeda. Ada getar haru, ada degup rindu, ketika puluhan poeserta melangkah masuk untuk mengikuti Seleksi Tahap I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter tahun 1447 H/ 2026 M.

Bagi mereka, bukan sekedar seleksi yang sedang dilakukan melainkan sebuah perjalanan batin, ketika impian berada dekat dengan Baitullah seakan tinggal sejengkal.

Acara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Kemenhaj Kabupaten Luwu, Drs. H. Armin,M.Sos.I, yang juga ketua panitia pelaksana. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa seleksi berbasis Compurer Assisted Test (CAT) terbagi dua: Kategori Non-Kloter, terdiri dari: transportasi tiga peserta, konsumsi 10 peserta dan akomodasi 1 peserta. Katergori Kloter, untuk posisi ketua kloter, diikuti 11 peserta. Semuanya peserta berasal dari unsur ASN maupun masyarakat berbagai organisasi Islam dan lembaga pendidikan.

Ketenangan ruangan berubah menjadi suasana penuh renungan ketika H. Mallingkai Ilyas. Lc., membacakan arahan Menteri Haji dan Umrah, Pesan yang disampaikan menekankan bahwa menjadi petugas haji bukan sekadar tugas administratif, melainkan kepada orang-orang pilihan.

Sebelum ujian dimulai, panitia memberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan CAT serta silumasi penggunaan handphone. Meski terlihat serius, wajah-wajah para peserta memancarkan harapan yang sama: semoga langkah ini menjadi jalan menuju Tanah Suci.

H. Armin menutup pengarahannya dengan doa dan harapan tulus. “Kami berharap ada putra-putri terbaik Luwu yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi kita semua,” ujarnya.

Di tengah peserta, terselip kisah yang menggetarkan hati. Rosyanti Norjannah Jamal, SE, salah satu peserta seleksi, menahan haru ketika ditanya apa yang mendorong mengikuti ujian ini. “Saya hanya berharap Allah memilik saya. Melihat Ka’bah adalah impian sejak lama. Semoga seleksi ini menjadi jalannya,” ungkapnya penuh keyakinan.

Ketika ujian dimulai, setiap ketukan jari pada layar ponsel, setiap tatapan pada soal-soal CAT, seakan sadar bahwa hasil akhir adalah ketetapan Allah. Namun bagi mereka, hari itu adalah hari ketika jarak menuju Ka’bah terasa begitu dekat, bahkan lebih dekat dari langkah kaki karena ia sedang didekatkan oleh harapan, doa, dan pengabdian.

Menjelang penutupan, panitia dan seluruh peserta memanjatkan doa bersama: semoga Allah memilih yang terbaik; semoga langkah kecil hari ini menjadi pintu menuju Tanah Suci; semoga Ka’bah benar-benar tinggal sejengkal bagi mereka yang rindu. Isl.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default