Langkah Baru Semangat Baru, 88 Pejabat Fungsional Kemenag Sulsel Resmi Mengemban Amanah Baru
Kontributor
MAKASSAR, (Kemenag Sulsel) — Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan profesionalitas aparatur melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional, Jumat (12/12). Acara digelar di Aula Lantai 2 Kanwil Kemenag Sulsel dan dihadiri Kakanwil H. Ali Yafid, pejabat administrator, para Kepala Kemenag kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Pengurus APRI Sulsel serta seluruh pejabat yang dilantik.
Pelantikan ini merujuk pada Permenpan RB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional yang mengatur bahwa pejabat fungsional bertugas memberikan pelayanan berbasis keahlian serta kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.
Sebanyak 88 pejabat fungsional resmi dilantik, terdiri dari:
• Analis SDM Aparatur Ahli Madya: 3 orang
• Penghulu Ahli Madya: 50 orang
• Penghulu Ahli Muda: 28 orang
• Pranata Keuangan APBN Penyelia: 5 orang
• Pranata Komputer Ahli Pertama: 1 orang
• Analis SDM Aparatur Ahli Pertama: 1 orang
Seluruh pejabat tersebut telah mendapatkan persetujuan formasi dari Kemenpan RB, mengikuti dan lulus uji kompetensi jabatan fungsional, serta memperoleh rekomendasi resmi dari Unit Pembina Jabatan Fungsional Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pelantikan ini, seraya menegaskan bahwa jabatan fungsional merupakan ruang peningkatan karier sekaligus ladang pengabdian kepada umat.
“Kenaikan pangkat dan jenjang ini adalah bentuk penghargaan negara atas kinerja, keikhlasan, dan dedikasi Saudara. Namun kenaikan ini harus sejalan dengan peningkatan semangat, kualitas kerja, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ali Yafid juga menyinggung bahwa beberapa pejabat yang hampir memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) terbantu dengan kebijakan formasi fungsional sehingga dapat memperpanjang masa pengabdian.
“Ada lima orang yang BUP-nya tinggal hitungan hari. Dengan formasi ini, mereka resmi mendapatkan perpanjangan. Ini adalah rezeki dan penghargaan atas kerja baik selama ini,” ujarnya.
Kakanwil juga menyampaikan kebanggaan atas kinerja Bimas Islam Sulsel yang selama ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Hampir seluruh kabupaten/kota berada di peringkat 10 besar nasional berdasarkan evaluasi pelayanan keagamaan.
“Ini bukti bahwa ketika kita bekerja dengan ikhlas dan tulus, penghargaan datang dengan sendirinya. Tahun ini Sulsel kembali dibanjiri apresiasi dari Kementerian Agama RI,” ungkapnya.
Di hadapan seluruh pejabat fungsional, Kakanwil berpesan agar promosi jabatan tidak membuat ASN lengah. Sebaliknya, amanah baru ini harus menjadi motivasi memperbaiki mutu layanan. Ia pun menekankan tiga hal penting, yaitu :
• Mensukseskan seluruh program prioritas Kementerian Agama.
• Menjaga situasi yang kondusif di tengah masyarakat.
• Menghindari pelanggaran regulasi serta menjunjung tinggi integritas.
“Sebagai ASN Kementerian Agama, kita harus menjadi pendingin suasana, bukan pemicu kegaduhan. Kita adalah teladan umat,” tuturnya.
Kakanwil juga menegaskan perlunya percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi, serta penyelesaian seluruh laporan kinerja dan keuangan tahun berjalan.
Dalam arahannya, Kakanwil menepis anggapan bahwa jenjang fungsional menghambat karier. Ia menegaskan bahwa pejabat fungsional justru memiliki peluang jenjang pangkat lebih cepat dan dapat melampaui eselon tertentu.
“Fungsional itu jalur karier yang sangat terbuka. Pangkatnya bisa naik lebih cepat dari struktural. Yang penting kompetensi, kinerja, dan pemenuhan angka kredit,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Kakanwil menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat fungsional yang dilantik.
“Semoga amanah ini menjadi berkah, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan memberi kontribusi besar bagi Kementerian Agama. Tingkatkan kinerja, jaga integritas, dan teruslah mengabdi untuk umat,” tutupnya. (diah)