MAN 1 Kota Parepare Rayakan Hari Anak Nasional 2025: Merajut Asa Generasi Emas Indonesia
Kontributor
Parepare, (Kemenag Parepare) - Dalam semangat membangun generasi emas menuju Indonesia Emas 2045, MAN 1 Kota Parepare menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang mengusung tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.” Peringatan ini berlangsung meriah di Lapangan MAN 1 Kota Parepare, sesaat setelah apel pagi Rabu, 22 Juli 2025 selesai dilaksanakan.
Kegiatan yang melibatkan siswa-siswi, guru, dan tenaga
kependidikan ini menjadi momentum reflektif sekaligus emosional. Bertindak
sebagai pemandu acara adalah Muhammad Taqdir, Pembina Ekstrakurikuler
Jurnalistik, didampingi oleh Riska Ayu, Pembina OSIM.
Acara dimulai dengan pengumpulan surat dari siswa-siswi yang
ditulis secara anonim, ditujukan kepada guru dan tenaga kependidikan.
Surat-surat ini menjadi wadah ekspresi perasaan, harapan, bahkan unek-unek yang
selama ini mungkin terpendam. Beberapa guru dan tenaga kependidikan yang
menerima surat kemudian membacakannya di hadapan seluruh peserta, menciptakan
suasana penuh kehangatan dan keharuan.
Tak kalah seru dan mengharukan, Kepala Madrasah Rusman
Madina juga menerima sebuah surat dari siswa dan berkenan membacakannya
langsung di hadapan seluruh peserta. Isi surat tersebut merupakan ungkapan
terima kasih dan penghargaan dari siswa atas dukungan, perhatian, dan bimbingan
beliau selama ini.
Dalam surat itu, siswa menyebut bahwa kebijakan-kebijakan
yang diambil oleh Kepala Madrasah selalu berpihak pada kebaikan siswa dan
membawa mereka ke arah yang lebih baik. Suasana pun seketika menjadi haru dan penuh
apresiasi.
Tak berhenti di sana, acara dilanjutkan dengan pembacaan
puisi oleh perwakilan siswa dari masing-masing kelas. Puisi-puisi tersebut
menyuarakan semangat anak Indonesia: cerdas digital, terlindungi dari
kekerasan, dan dijauhkan dari praktik perkawinan anak. Semua ini sejalan dengan
sub-tema HAN 2025, yaitu: Generasi Emas Bebas Stunting: Investasi Gizi Sejak
Dini, Anak Cerdas Digital: Aman dan Positif di Dunia Maya, Stop Perkawinan
Anak: Wujudkan Impian Anak Indonesia, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas
2045: Hentikan Kekerasan Sekarang! Dan Pendidikan Inklusif untuk Semua: Tak Ada
Anak Tertinggal.
Kegiatan kemudian ditutup dengan permainan bersama antara
siswa dan guru tanpa sekat, seperti permainan karet/tali yang dipandu oleh
siswa. Gelak tawa dan semangat kebersamaan memenuhi lapangan. Semua larut dalam
suasana kekeluargaan, seakan tidak ada jarak antara pendidik dan peserta didik.(Akbar/Wn)