Perkuat Kerukunan, FKUB Sulsel Matangkan Sinergi Program Di IAIN Bone
Kontributor
Bone (Kemenag Luwu) — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi
Sulawesi Selatan terus memperkuat perannya dalam merawat harmoni di tengah
keberagaman. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi FKUB Provinsi Sulawesi
Selatan yang digelar di Aula IAIN Bone, Rabu (7/1/2026), dengan mengusung tema “Memperkuat
Sinergi dan Harmonisasi Program Kerukunan Umat Beragama”.
Rapat koordinasi tersebut menghadirkan H. Mallingkai, Lc., Ketua Tim Bina
Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kementerian Agama Provinsi
Sulawesi Selatan, sebagai pemateri pertama. Dalam paparannya, ia menegaskan
bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk berdiskusi sekaligus
bersilaturahmi dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerukunan umat
beragama sepanjang tahun 2026.
“Inti dari pertemuan hari ini adalah silaturahmi dan diskusi bersama,
bagaimana kerukunan umat beragama ke depan dapat terus terjaga dan diperkuat,”
ujar H. Mallingkai.
Ia juga mengapresiasi capaian FKUB Sulawesi Selatan yang dinilainya terus
menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pada 2025, FKUB Sulsel berhasil
menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Harmony Award tingkat
nasional, FKUB Provinsi Sulawesi Selatan Juara II nasional.
“Prestasi ini luar biasa. Bukan karena Menteri Agama berasal dari Sulawesi
Selatan, tetapi karena FKUB mampu membuktikan kinerjanya secara nyata,”
tegasnya. Selain itu, FKUB Provinsi Sulawesi Selatan juga meraih dua
penghargaan nasional, masing-masing sebagai FKUB Inspiratif dan FKUB dengan
Kinerja Terbaik tingkat provinsi.
Menghadapi tantangan ke depan, H. Mallingkai mendorong FKUB agar lebih
aktif melakukan kampanye kerukunan melalui media sosial, mengingat derasnya
arus informasi digital yang kerap memicu gesekan di masyarakat. Ia juga
mengusulkan penyelenggaraan pertemuan khusus satu hari tentang ekoteologi dalam
perspektif agama serta penguatan kurikulum cinta sebagai bagian dari strategi
jangka panjang FKUB.
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Muammar Muhammad Bakry, Lc., MA., selaku
pemateri kedua, menekankan pentingnya program kerja FKUB tahun 2026 yang
berdampak langsung kepada masyarakat luas. Menurutnya, kerja-kerja yang
efisien, efektif, dan nyata saat ini sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan
media sosial.
“Media sosial adalah ruang strategis. Narasi-narasi tentang harmoni dan
kerukunan harus disampaikan secara masif dan kreatif, agar tidak kalah dengan
provinsi lain,” ungkap KH. Muammar.
Menindaklanjuti arahan tersebut, FKUB Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen
untuk membangun ‘Rumah Besar’ website FKUB sebagai wadah bersama FKUB
kabupaten/kota. Setiap FKUB kabupaten/kota juga bersepakat mengutus dua orang
pemuda lintas agama untuk mengikuti Workshop Konten Kreator FKUB Sulsel, dengan
pembiayaan masing-masing daerah, serta mengaktifkan media sosial FKUB di
wilayahnya.
KH. Muammar menegaskan bahwa kehadiran website FKUB menjadi kebutuhan
mendesak di era digital. “Kita tidak boleh kalah kreatif dengan anak muda zaman
sekarang. Ini adalah jihad konten. FKUB harus siap menjadi konten
kreator terbaik versi FKUB,” lanjutnya.
Kerukunan, sejatinya, tidak hadir dengan sendirinya. Ia tumbuh dari niat baik, dialog yang tulus, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Semangat inilah yang terus dihidupi oleh FKUB Provinsi Sulawesi Selatan dalam setiap langkah pengabdiannya. Dari Sulawesi Selatan, FKUB terus menyalakan harapan bahwa Indonesia yang rukun, damai, dan harmonis bukan sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan bersama. Isl/Um.