Daerah

Perkuat Kerukunan, FKUB Sulsel Matangkan Sinergi Program Di IAIN Bone

Kamis, 08 Januari 2026
...

Bone (Kemenag Luwu) — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat perannya dalam merawat harmoni di tengah keberagaman. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi FKUB Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Aula IAIN Bone, Rabu (7/1/2026), dengan mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Harmonisasi Program Kerukunan Umat Beragama”.

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan H. Mallingkai, Lc., Ketua Tim Bina Lembaga dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai pemateri pertama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk berdiskusi sekaligus bersilaturahmi dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerukunan umat beragama sepanjang tahun 2026.

“Inti dari pertemuan hari ini adalah silaturahmi dan diskusi bersama, bagaimana kerukunan umat beragama ke depan dapat terus terjaga dan diperkuat,” ujar H. Mallingkai.

Ia juga mengapresiasi capaian FKUB Sulawesi Selatan yang dinilainya terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Pada 2025, FKUB Sulsel berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Harmony Award tingkat nasional, FKUB Provinsi Sulawesi Selatan Juara II nasional.

“Prestasi ini luar biasa. Bukan karena Menteri Agama berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi karena FKUB mampu membuktikan kinerjanya secara nyata,” tegasnya. Selain itu, FKUB Provinsi Sulawesi Selatan juga meraih dua penghargaan nasional, masing-masing sebagai FKUB Inspiratif dan FKUB dengan Kinerja Terbaik tingkat provinsi.

Menghadapi tantangan ke depan, H. Mallingkai mendorong FKUB agar lebih aktif melakukan kampanye kerukunan melalui media sosial, mengingat derasnya arus informasi digital yang kerap memicu gesekan di masyarakat. Ia juga mengusulkan penyelenggaraan pertemuan khusus satu hari tentang ekoteologi dalam perspektif agama serta penguatan kurikulum cinta sebagai bagian dari strategi jangka panjang FKUB.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. Muammar Muhammad Bakry, Lc., MA., selaku pemateri kedua, menekankan pentingnya program kerja FKUB tahun 2026 yang berdampak langsung kepada masyarakat luas. Menurutnya, kerja-kerja yang efisien, efektif, dan nyata saat ini sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan media sosial.

“Media sosial adalah ruang strategis. Narasi-narasi tentang harmoni dan kerukunan harus disampaikan secara masif dan kreatif, agar tidak kalah dengan provinsi lain,” ungkap KH. Muammar.

Menindaklanjuti arahan tersebut, FKUB Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk membangun ‘Rumah Besar’ website FKUB sebagai wadah bersama FKUB kabupaten/kota. Setiap FKUB kabupaten/kota juga bersepakat mengutus dua orang pemuda lintas agama untuk mengikuti Workshop Konten Kreator FKUB Sulsel, dengan pembiayaan masing-masing daerah, serta mengaktifkan media sosial FKUB di wilayahnya.

KH. Muammar menegaskan bahwa kehadiran website FKUB menjadi kebutuhan mendesak di era digital. “Kita tidak boleh kalah kreatif dengan anak muda zaman sekarang. Ini adalah jihad konten. FKUB harus siap menjadi konten kreator terbaik versi FKUB,” lanjutnya.

Kerukunan, sejatinya, tidak hadir dengan sendirinya. Ia tumbuh dari niat baik, dialog yang tulus, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Semangat inilah yang terus dihidupi oleh FKUB Provinsi Sulawesi Selatan dalam setiap langkah pengabdiannya. Dari Sulawesi Selatan, FKUB terus menyalakan harapan bahwa Indonesia yang rukun, damai, dan harmonis bukan sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan bersama. Isl/Um.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default