Daerah

Manasik Haji Di Bantaeng, Kakanwil Kemenag Sulsel Harap Ada Penurunan Biaya Haji

Foto Kontributor
Humas Bantaeng

Kontributor

Jumat, 17 Oktober 2025
...

Bantaeng (Kemenag Bantaeng) — Kegiatan Bimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng kembali digelar di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan H. Ali Yafid yang didampingi oleh Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel H. Ikbal Ismail, Kakan Kemenag Bantaeng H. Muh. Ahmad Jailani, dan Kasi PHU Kemenag Bantaeng H. Muh. Tahir.

Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid menjelaskan alasan pentingnya pelaksanaan bimbingan manasik haji tersebut.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk menjelaskan rute atau apa yang akan kita laksanakan selama pelaksanaan haji. Supaya bapak/ibu bisa mandiri ketika beribadah,” ujar Kakanwil Kemenag Sulsel.

Ia menambahkan bahwa manasik haji perlu diperkuat karena ibadah haji memiliki nilai kesakralan yang tinggi.

“Kenapa perlu manasik itu diperkuat? Karena haji itu sakral. Oleh karena itu perlu persiapan, perlu belajar supaya haji kita itu berkualitas,” sambungnya.

Lebih lanjut, H. Ali Yafid menyampaikan bahwa haji merupakan ibadah yang paling berat di antara rukun Islam lainnya.

“Kalau kita melihat rukun Islam yang paling berat itu (menunaikan) haji. Karena haji itu sudah (ibadah) ruhaniyah, badaniyah, dan amaliyah. Jadi, badan harus sehat, biaya juga harus banyak,” ucapnya.

Ia juga menyinggung terkait biaya penyelenggaraan haji yang sempat mengalami penurunan pada tahun sebelumnya.

“Dan tahun lalu alhamdulillah ada penurunan biaya haji. Mudah-mudahan tahun haji kali ini ada penurunan lagi,” sambung Kakanwil Kemenag Sulsel.

Kakanwil turut menekankan pentingnya kesabaran dalam menjalankan ibadah haji, terutama dalam proses administrasi yang panjang.

“Butuh kesabaran dalam melaksanakan ibadah haji, ya karena prosesnya lama, misal dalam pengurusan administrasi seperti paspor dan visa. Jadi jangan bosan-bosan kalau dipanggil. Karena itu salah satu persyaratan yang harus dilalui ketika ingin memasuki Arab Saudi,” ungkapnya.

Ia pun mengaku bersyukur dapat menghadiri kegiatan manasik haji di Bantaeng sebagai ajang silaturahmi dengan para calon jamaah haji.

“Dan hari ini saya bersyukur bisa menghadiri manasik haji sekaligus bersilaturahmi kepada para jamaah. Tetapi, saya tidak bisa bicara banyak mengenai kebijakan haji karena masih belum diputuskan oleh DPR RI, seperti soal kuota berapa yang dikasih, biaya haji, pesawat apa, dan lain sebagainya,” ujar Kakanwil Kemenag Sulsel.

Lebih lanjut, H. Ali Yafid mengingatkan para calon jamaah haji agar menjadikan haji mabrur sebagai tujuan utama.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa cita-cita kita semua kan mau haji mabrur, kan? Karena salah satu jalan pintas menuju surga itu adalah naik haji. Kalau hajinya mabrur Insyaallah kita selamat,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada ukuran pasti untuk menentukan apakah ibadah haji seseorang telah mabrur.

“Tetapi, bagaimana caranya mendapatkan haji yang mabrur itu tidak ada takaran khususnya, yang ada takaran khususnya itu adalah makbul. Apa makbul itu? Kalau kita sudah laksanakan syarat sahnya dan rukunnya juga sudah. Insya Allah sudah makbul, tetapi mabrurnya itu belum. Mabrur itu bukan ukurannya di tanah suci. Apa yang disampaikan oleh Prof. Quraish Shihab bahwa mabrur itu adalah menepati janji,” tutur Kakanwil Kemenag Sulsel.

“Apa janji kita kepada Allah, pertama Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Itu bukan sekadar ucapan yang dinyanyikan saja, tetapi harus dimaknai, bahwa ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu, dan ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu, saya bersaksi kepada Allah tidak ada tuhan selain Allah. Maka ketika kita ke tanah suci kita itu berjanji untuk menepati janji itu,” tambahnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Bantaeng H. Muh. Ahmad Jailani dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta manasik haji kali ini berjumlah 140 orang. Ia juga mengungkapkan bahwa daftar tunggu jamaah haji Kabupaten Bantaeng saat ini mencapai 51 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sulsel berharap agar daftar tunggu haji yang tergolong terlama di dunia ini dapat dipangkas melalui kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah yang telah dibentuk.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel H. Ikbal Ismail juga turut menyampaikan materi terkait alur perjalanan haji yang akan ditempuh oleh calon jamaah haji tahun 2026. (MSD)

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default