Mengasah Potensi ASN, Kemenag Sulsel Gelar Penilaian Kompetensi ASN
Kontributor
Makassar ( Kemenag Sulsel ) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Penilaian Kompetensi bagi ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel yang dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 20 Februari 2026 di Makassar.
Bertempat di Unit Penilaian Kompetensi Kementerian Agama Regional VII, kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari 11 ASN Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan dan 14 ASN dari Kantor Kementerian Agama Kab./Kota se Sulawesi Selatan.
Kinerja penilaian kompetensi ini difasilitasi oleh Bagian Pengembangan Kompetensi Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia dan diselenggarakan oleh Tim SDM Kemenag Sulsel sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Kegiatan pembukaan penilaian kompetensi ini turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel H. Aminuddin, Ketua Tim Asesmen Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Pieter Reynold Mochliat beserta tim asesor, serta panitia pelaksana dari Tim SDM Kanwil Kemenag Sulsel.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan dalam arahannya menyampaikan bahwa penilaian kompetensi menjadi bagian penting dalam pengembangan karier ASN yang profesional dan berintegritas.
“Asesmen kompetensi ini menjadi instrumen penting untuk memetakan potensi serta kemampuan pegawai sehingga pelatihan dan pengembangan karier dapat dilakukan secara objektif dan tepat sasaran. Kami berharap seluruh peserta mengikuti proses ini dengan serius sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kecerdasan dan kompetensi harus berjalan seiring dengan akhlak dalam menjalankan tugas.
“Sepintar apa pun, tapi kalau tidak berakhlak akan menjadi nol,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Asesor Bagian Pengembangan Kompetensi Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa asesmen kompetensi tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga sarana pengembangan pegawai.
“Kegiatan ini dirancang untuk menggali potensi kompetensi manajerial dan sosial kultural pegawai sehingga ke depan dapat ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi. Kami berharap peserta mengikuti setiap tahapan asesmen dengan terbuka dan optimal,” jelasnya.
Asesmen kompetensi ini meliputi berbagai metode penilaian seperti simulasi, wawancara kompetensi, serta berbagai instrumen evaluasi lainnya guna mendapatkan gambaran kompetensi pegawai secara komprehensif.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan profesionalitas ASN Kementerian Agama di Sulawesi Selatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Diah)