Mengupas Makna Azan, Kultum Dzuhur Faried Wajedi Ajak Jamaah Perkuat Spirit Tauhid
Kontributor
Sinjai (Kemenag Sinjai) — Usai pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, kultum yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Sinjai, H. Faried Wajedi mengangkat tema “Mengupas Makna Azan” sebagai pengingat akan pentingnya memperkuat tauhid dan komitmen ibadah, khususnya di bulan suci Ramadan 1447 H, Senin (23/2/2026).
Dalam tausiyahnya, H. Faried Wajedi menjelaskan bahwa azan bukan sekadar penanda masuknya waktu salat, tetapi juga seruan agung yang mengandung nilai-nilai akidah dan ketundukan kepada Allah SWT. Sejak pertama kali dikumandangkan pada masa Rasulullah SAW oleh sahabat Bilal bin Rabah, azan telah menjadi syiar Islam yang menggema di seluruh penjuru dunia.
“Kalimat Allahu Akbar yang dikumandangkan di awal azan menegaskan bahwa Allah Maha Besar di atas segala-galanya. Ini menjadi pengingat agar kita mendahulukan perintah-Nya di atas urusan dunia,” ujarnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut dijelaskan, dua kalimat syahadat dalam azan merupakan inti dari ajaran Islam, yakni pengakuan atas keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Sementara seruan Hayya ‘alash shalah dan Hayya ‘alal falah adalah ajakan nyata menuju salat dan jalan kemenangan, baik di dunia maupun di akhirat.
Menurutnya, kemenangan (falah) yang dimaksud bukan hanya keberhasilan materi, melainkan ketenangan hati dan keselamatan hidup yang diraih melalui ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk menjawab azan dengan penuh kesadaran dan menghadirkan hati saat melangkah ke masjid.
Kultum tersebut juga mengingatkan bahwa azan adalah simbol persatuan umat. Di mana pun berada, umat Islam mendengar lafaz yang sama, dalam bahasa yang sama, sebagai tanda kesatuan akidah dan arah kiblat.
Di akhir penyampaiannya, penceramah mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar mendengar azan, tetapi meresapi maknanya serta menjadikannya sebagai momentum memperbaiki kualitas salat dan keimanan.
Kegiatan kultum rutin ini diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan jamaah serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat, khususnya dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. (Fay)