Pastikan Akurasi Data Dan Transparansi Dana BOS 2026, Operator MI Dan MTs Se-Kota Makassar Ikuti Bimtek TKA–EMIS
Kontributor
Makassar (Kemenag Makassar) — Guna memastikan akurasi data siswa dan transparansi pengelolaan Dana BOS Tahun 2026, puluhan operator Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Makassar mengikuti kegiatan Workshop dan Pendampingan Bimtek TKA, EMIS, Verval PD, PDUM, Manajemen Ijazah, serta Pengelolaan Dana BOS 2026 dan Pembuatan Akun Inaproc Penggunaan Belanja Dana BOS Madrasah Jenjang MI dan MTs.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada Kamis–Jumat, 26–27 Februari 2026, bertempat di Hotel Continen, Kota Makassar. Acara menghadirkan narasumber dari Tim Teknis Madrasah Prov Sul Sel dan Admin Penmad Kanwil Kemenag Provinsi sulsel.
Workshop dan bimbingan teknis ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat MI dan MTs, sekaligus memastikan validasi dan sinkronisasi data siswa melalui sistem EMIS, Verval PD, dan PDUM. Hal ini menjadi sangat penting mengingat proses penerbitan ijazah kini telah berbasis digital, sehingga keakuratan data menjadi tanggung jawab bersama yang harus dipertanggungjawabkan.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pendampingan teknis terkait mekanisme pelaporan, pengajuan pencairan, serta pemenuhan persyaratan administrasi Dana BOS Tahun 2026 sesuai regulasi yang berlaku. Para peserta juga dibekali pemahaman tentang pembuatan akun Inaproc sebagai bagian dari sistem penggunaan dan pelaporan belanja Dana BOS madrasah.
Kasi Penmad Suedi, dalam arahannya menegaskan pentingnya ketelitian operator dalam pengelolaan data dan administrasi keuangan madrasah.
“Keakuratan data siswa hari ini sangat menentukan masa depan mereka, terutama dalam proses penerbitan ijazah yang seluruhnya sudah berbasis digital. Karena itu, operator madrasah harus benar-benar teliti dan bertanggung jawab dalam melakukan validasi data,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan Dana BOS harus dilaksanakan secara tertib dan transparan.
“Dana BOS harus dikelola sesuai aturan, mulai dari perencanaan, pengajuan pencairan hingga pelaporan. Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh operator memahami prosedur yang benar agar tidak terjadi kendala administrasi di kemudian hari,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh operator MI dan MTs di Kota Makassar semakin profesional dan siap menghadapi tantangan digitalisasi layanan pendidikan, sekaligus mewujudkan tata kelola madrasah yang akuntabel dan transparan.